Imajinasi Seksual Anak yang Terpapar Pornografi Lebih Liar  

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi anak melihat laptop. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Jangan kaget jika anak sudah tahu tentang apa itu payudara, paha, dan bagian tubuh wanita lainnya. Coba cek seperti apa interaksi anak dengan gawai (gadget), televisi, komik bergambar syur, dan akses Internet.

Jus Hijau untuk Diet

Sebuah penelitian di London menunjukkan 81 persen dari 3.000 anak lelaki berusia 11-13 tahun pernah melihat gambar porno. Kebanyakan dari mereka menonton video porno melalui gawai atau komputer dengan akses Internet. Temuan ini membuat Allison Havey dan Deana Puccio membuat program Raising Awareness and Prevention atau gerakan meningkatkan kesadaran dan pencegahan pornografi pada anak sejak 2012.

Havey mengatakan orang tua sangat berperan dalam melindungi anak dari pornografi. Dia menjelaskan, anak laki-laki yang menyaksikan gambar tak senonoh lebih berisiko dalam menjalin hubungan dengan wanita di dunia nyata saat mereka dewasa nanti. “Pornografi dapat merusak kepekaan seksual anak laki-laki,” kata Havey seperti dikutip dari Guardian.

Adapun untuk anak perempuan, pornografi bukannya tidak berisiko. Havey mengatakan anak perempuan cenderung kurang tertarik menyaksikan video porno. Kalaupun sampai terpapar, dalam pemikiran mereka hubungan intim merupakan penggambaran dari pemuasan hasrat seksual.

Havey melanjutkan, pornografi yang ada sekarang ini berbeda dengan gambaran pornografi pada generasi 1970-80-an. Pornografi di era digital tidak lagi berbicara tentang bayangan fisik wanita yang sempurna, tapi lebih obsesif, semisal menggambarkan lelaki yang mencapai kepuasan melalui oral seks dan perempuan yang berdada super-besar dengan area tertentu yang bersih dari rambut. “Ini mengakibatkan mereka (anak lelaki) memiliki imajinasi yang tidak realistis tentang wanita,” katanya.

Akibat persepsi tentang tubuh perempuan yang superlatif ini, sebuah survei pada 2014 menunjukkan 77 persen wanita merasa tertekan karena pasangan meminta mereka melakukan hubungan seksual yang tak biasa, seperti dalam video atau game berbau seks. Dari situ juga diketahui kalau anal seks menjadi tren hubungan intim.

Supaya pikiran anak, khususnya lelaki, tak teracuni dengan imajinasi berlebihan tentang sosok lawan jenisnya, Havey dan Puccio menyarankan orang tua harus berdiskusi dengan anak mereka, terutama yang mulai masuk usia remaja, sekitar sepuluh tahun. “Sampaikan kepada anak bahwa gambar tak senonoh di Internet itu berbeda dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata,” ujarnya. “Yang nyata dalam suatu hubungan adalah ciuman, pelukan, dan sensualitas.”

Orang tua juga sebaiknya memberikan pesan yang realistis tentang apa itu hubungan antara lelaki dan perempuan. Sehingga, Havey melanjutkan, ketika anak berbicara dengan teman-temannya, maka dia akan menyampaikan pesan orang tuanya. “Ayah atau ibuku bilang, pria sejati tidak menonton pornografi karena dia percaya dan tahu apa yang harus dilakukan bersama wanita,” katanya. Anak juga mesti mengetahui jika hubungan seksual yang baik didasarkan atas tiga hal, yaitu persahabatan, romantisme, dan keintiman.

GUARDIAN | DINA ANDRIANI

Berita lainnya:
7 Posisi Tidur yang Bikin Kesehatan Terganggu
Ditinggal Kekasih, sampai Kapan Harus Berduka?
Studi: Merokok Bisa Sebabkan Perubahan Molekul DNA Tubuh






Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Aplikasi Pornografi Bernilai Puluhan Miliar

5 hari lalu

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Aplikasi Pornografi Bernilai Puluhan Miliar

Bareskrim Polri membongkar jaringan pornografi dan judi online lewat aplikasi bernama Bling2. Dikendalikan dari Kamboja dan Filipina.


Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax Tak Pernah Melihat Pelanggan yang Dilayani PSK

16 hari lalu

Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax Tak Pernah Melihat Pelanggan yang Dilayani PSK

Michael Sitanggang tidak pernah melihat pelanggan PSK prostitusi online secara langsung.


Polisi Tangkap Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax di Telegram, Urus 60 PSK

17 hari lalu

Polisi Tangkap Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax di Telegram, Urus 60 PSK

Polsek Tambora mengungkap kasus prostitusi online di aplikasi Telegram dengan nama grup Big Pertamax


OVO Kerja Sama dengan PPATK Soal Temuan Transaksi Pornografi

40 hari lalu

OVO Kerja Sama dengan PPATK Soal Temuan Transaksi Pornografi

PT Visionet Internasional (OVO) buka suara soal temuan transaksi pornografi anak yang melibatkan perusahaannya.


Mengenal PMO. Bahasa Gaul TikTok, Dampak, dan Cara Mengatasinya

46 hari lalu

Mengenal PMO. Bahasa Gaul TikTok, Dampak, dan Cara Mengatasinya

PMO disinyalir dapat 'memakan korban' secara moral dan psikologi karena menyebabkan kecanduan.


No Nut November, Tradisi Tahunan yang Aneh Bulan Ini

19 November 2022

No Nut November, Tradisi Tahunan yang Aneh Bulan Ini

Istilah No Nut November telah ada sejak 2010 silam. Apa sih yang dilakukan?


Aksi Widy Vierratale Buka Baju saat Manggung di Palu Berujung Laporan Polisi

18 November 2022

Aksi Widy Vierratale Buka Baju saat Manggung di Palu Berujung Laporan Polisi

Widy Vierratale dilaporkan Forum Pemuda Sulawesi atas dugaan kasus pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.


Dea OnlyFans Tak Ajukan Banding Setelah Divonis 10 Bulan Penjara

17 November 2022

Dea OnlyFans Tak Ajukan Banding Setelah Divonis 10 Bulan Penjara

Ketika pembacaan putusan, Dea OnlyFans hadir secara daring dari Rumah Tahanan Pondok Bambu. Sementara pengacara hadir di PN Jaksel.


Mengenal Apa Itu Kecanduan Perilaku atau Behavioral Addiction?

6 Oktober 2022

Mengenal Apa Itu Kecanduan Perilaku atau Behavioral Addiction?

Kategori behavioral addiction apabila kecanduan perilaku memberi dampak negatif


Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

22 September 2022

Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial MF (21) yang diduga melakukan eksploitasi seksual anak di Kecamatan Teluknaga.