Kenali Gejala Kanker Limfoma Sejak Dini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dokter/kesehatan. Pixabay.com

    Ilustrasi dokter/kesehatan. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda menemukan ada benjolan di tubuh, meski terasa tidak sakit, hendaknya jangan diabaikan. Bisa jadi itu merupakan salah satu gejala limfoma atau kanker getah bening.

    "Biasanya penderita limfoma tidak sadar kalau dia mengidap kanker karena tidak ada rasa sakit yang timbul. Berbeda jika ada benjolan karena infeksi akan timbul rasa sakit," kata dokter penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Andhika Rachman saat Peringatan Hari Limfoma Sedunia 2016 di Jakarta, Kamis, 15 September 2016.

    Memang kemunculan benjolan tidaklah selalu karena kanker. Untuk mendeteksi apakah sesorang mengidap limfoma atau tidak maka perlu melihat ciri-ciri lain seperti berat badan berkurang lebih dari sepuluh persen tanpa ada sebab selama enam bulan. Selain itu penderita akan berkeringat pada malam hari meski pada udara dingin.

    "Pasien bisa berkeringat hingga mengganti bajunya berkali-kali saat malam hari, hal itu disebabkan oleh metabolisme kanker tersebut," kata dia.

    Gejala lain adalah demam yang hilang timbul, suhu badan berada di atas 37,2 derajat Celcius hingga di bawah 38 derajat Celcius, kemudian badan pun terasa lelah dan lemah, dan adanya perasaan tidak nyaman di area perut.

    Benjolan-benjolan tersebut timbul di area getah bening berada di dalam tubuh, seperti di leher, ketiak, selangkangan, aorta besar, perut, limfa dan bahkan di lambung.

    Andhika menambahkan, penting untuk mengenali tanda dan gejala penyakit karena semakin dini suatu kanker terdeteksi maka peluang sembuhnya akan semakin tinggi.

    Kanker yang berawal dari sel darah putih ini dapat menyerang orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, obesitas, orang dengan diet tidak seimbang, memiliki riwayat kanker, radiasi dan penderita beberapa jenis penyakit seperit HIV dan lupus.

    Penyakit ini pun banyak menyerang manusia berusia 30 hingga 60 tahun, tetapi bukan berarti orang berusia muda tidak dapat terserang penyakit tersebut.

    Limfoma sendiri terdiri atas dua jenis, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Di Indonesia, limfoma non-Hodgkin merupakan kanker nomor tujuh paling sering ditemukan dan diperkirakan ada lebih 13 ribu kasus kanker getah bening pada 2012.

    BISNIS

    Berita lainnya:

    Kapan Usia Tepat Anak Belajar Hemat Energi
    Ssstt, Gigi Hadid Ternyata Doyan Makan, Loh
    Bekerja Terlalu Keras Berbahaya buat Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.