Terapi Selancar Untuk Penyandang Autisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para instruktur mengajari anak-anak dengan autisme belajar menggunakan papan selancar saat peringatan International Surfing Day di Pantai Brawa, Canggu, Bali, 22 Juni 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    Para instruktur mengajari anak-anak dengan autisme belajar menggunakan papan selancar saat peringatan International Surfing Day di Pantai Brawa, Canggu, Bali, 22 Juni 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, JakartaSurfers Healing adalah sebuah organisasi non-profit yang memberikan terapi berselancar untuk anak yang mengalami autistik. Surf camp berbasis di California Selatan ini didirikan pada tahun 1996 oleh peselancar profesional Israel "Izzy" Paskowitz dan istrinya, Danielle.

    Berawal dari perkembangan yang terjadi pada anak mereka yang mengalami autisme. Namun, Yesaya, terlihat lebih bahagia,ceria dan lebih tenang setiap kali ia dilemparkan ke dalam air. Seperti dilaporkan USA Today, Paskowitz mengatakan bahwa untuk anak-anak dengan autisme,ada kekuatan baru dengan terapi mengambang, berselancar, melawan ombak."

    Surfers Healing menawarkan surfing kamp di seluruh Amerika Serikat dan bahkan di Meksiko dan Puerto Rico. Organisasi Ocean City (Maryland bab), menyelenggarakan camp yang diikutilebih dari 100 keluarga. Selain berselancar, Ocean City yang diketuai oleh Kat Trammel juga menawarkan makanan gratis, praktik seni dan kerajinan, musik, dan permainan.

    Lauren Mazza dan anaknya autis 8 tahun, Jude, telah mengikuti acara ini selama 3 tahun. Dengan acara ini keluarga mereka merasa normal, mereka untuk menikmati rekreasi tanpa rasa takut dan cemas atas penilaian orang lain. 

    Rob Tinus, peselancar lokal yang telah menjadi relawan di kamp selama bertahun-tahun, menyatakan Surfers Healing sebagai "hal yang indah," meskipun ia mengakui bahwa menyeret anak-anak dengan autisme di dalam air tidak mudah pada awalnya. Tinus mengatakan anak-anak autistik akan menolak berselancar karena mereka takut masuk ke dalam air, namun ketegangan menghilang dan mereka menjadi tenang setelah mulai berselancar.

    Orang dengan autisme cenderung terpaku pada pola dan riak air. Inilah sebabnya mengapa orang yang hilang dengan autisme sering ditemukan di dekat air.

    PARENTHERALD | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    kapan-usia-tepat-anak-belajar-hemat-energi
    ini-tipsnya-supaya-resume-anda-diterima-perusahaan-favorit
    hidangan-lokal-dan-mancanegara-berpadu-di-puhu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.