Ada Dubai Street di Mal Thamrin City  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melintasi kios yang menawarkan barang-barang khas Arab Saudi di Thamrin City, Jakarta, 12 Oktober 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung melintasi kios yang menawarkan barang-barang khas Arab Saudi di Thamrin City, Jakarta, 12 Oktober 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Pusat belanja Trade Mal Thamrin City merupakan salah satu tempat belanja yang paling diminati selain Tanah Abang. Dengan lokasi yang strategis, tempat ini menjadi pusat beberapa pedagang busana yang menggelar dagangannya.

    Busana yang paling banyak dicari di TM Thamrin City masih produk batik Nusantara, yang berasal dari Pekalongan, Solo, Yogyakarta, dan Cirebon, serta Tasikmalaya atau biasa disebut Pasar Tasik, untuk pakaian muslim. Umumnya pedagang Pasar Tasik menjual mukena, kerudung, dan baju koko. Kehadiran mereka semakin melengkapi koleksi busana muslim yang ada.

    Selain menawarkan batik dan busana muslim dari Tanah Air, saat ini koleksi pakaian di TM Thamrin City dilengkapi busana muslim Timur Tengah dan berbagai busana khas India atau yang dikenal dengan sari, melalui Dubai Street.

    “Kami tidak hanya menawarkan penyewaan ataupun kepemilikan kios dengan harga terjangkau, tapi juga membina mereka dengan ilmu marketing. Kami menggandeng Itang Yunaz, misalnya, untuk menjelaskan motif apa yang sedang tren di pasar," kata Ho Mely Surjani, Assistant Vice President Marketing Trade Mall Agung Podomoro, Rabu, 31 Agustus 2016.

    Menurut Itang, tren di pasar saat ini masih didominasi busana etnik. “Batik berbeda dengan tenun. Tenun itu tidak mudah dibentuk menjadi pakaian karena sedikit heavy," katanya. Sedangkan batik, menurut Itang, mempunyai banyak keunggulan dan mudah dibentuk.

    ALIA

    Berita lainnya:
    Cinta pada Pandangan Pertama, Mitos atau Nyata?
    Tahan Jarimu, Jangan Sampai Menggaruk 7 Bagian Tubuh Ini
    Kim Kardashian Jalani Diet Khusus, Berat Badan Susut 30 Kilogram


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.