Ibu, Lakukan 3 Hal Ini Agar Pemberian ASI Berhasil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Corpus Christi Caller-Times, Michael Zamora

    AP/Corpus Christi Caller-Times, Michael Zamora

    TEMPO.CO, Jakarta - Faktor internal dan eksternal amat mempengaruhi keberhasilan pemberian air susu ibu (ASI).

    Mia Sutanto, Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, membagi informasi agar para ibu dapat dengan lancar memberikan ASI kepada buah hatinya.

    Dengan informasi tersebut, Mia berharap proses pemberian ASI bisa dilakukan dengan sempurna, lancar, dan berkesinambungan, minimal hingga dua tahun. “Intinya, awali dengan cara yang benar. Maka hasil akhirnya pun akan sesuai dengan keinginan,” kata Mia.

    Inilah tiga kiat bagi para ibu agar bisa memberikan ASI kepada bayi dengan lancar.

    1. Pilih fasilitas kesehatan yang pro-ASI

    Di mana bayi pertama kali menyusui? Kebanyakan tentu di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik bersalin. Maka pilihlah fasilitas kesehatan yang pro-ASI. Pada masa-masa hamil, rajin-rajinlah “belanja”. “Orang tua jangan hanya belanja perlengkapan bayi, tapi juga harus “belanja” untuk menemukan fasilitas kesehatan yang benar pro-ASI. Jadilah konsumen yang kritis. Toh, kita melahirkan tidak gratis,” ucap Mia.

    Bersamaan dengan tahapan ini, pilih pula tenaga kesehatan yang pro-ASI. Sebab, percuma jika fasilitas kesehatan sudah pro-ASI tapi yang membantu persalinan tidak. Jadi seperti sebuah sistem yang tidak dijalankan dengan semestinya. “Salah-salah bisa jadi tidak berlangsung sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ujar Mia.

    2. Lakukan IMD (inisiasi menyusui dini)

    Setelah memahami proses IMD yang benar, begitu dilahirkan, bayi (tanpa dimandikan atau dibedong) langsung ditaruh di perut ibu, minimal satu jam. Biarkan bayi merangkak secara alami untuk menemukan putting, bukan dijejalkan. Minta dokter atau bidan yang melayani untuk melakukan itu. “IMD bisa dilakukan, bahkan untuk ibu yang melahirkan dengan proses caesar. Selama kondisi ibu dan anak tidak ada gangguan berarti atau stabil, tidak ada alasan untuk tidak melakukan IMD,” tutur Mia. “Ini proses penting agar bayi bisa belajar menyusu.”

    3. Lewati 24 jam pertama bersama bayi

    Tahapan penting pasca-IMD, ibu dan bayi disatukan dalam ruangan yang sama. Bayi diletakkan di tempat yang terjangkau ibu. Jadi, ketika bayi menunjukkan tanda-tanda ingin menyusui, seperti gelisah atau menangis, ibu bisa langsung menyusui. “Ini proses belajar yang penting bagi seorang ibu yang menjadikannya terampil dalam menyusui,” kata Mia. “Sungguh tidak ada alasan untuk bayi sehat dan stabil dijauhkan dari ibunya.”

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Tip Mudah Menghilangkan Bau pada Rambut
    Resep Meringue Drops 5 Ways
    Usia 30-an, Segera Konsumsi Makanan Pencegah Keriput



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.