Berani Ajukan 4 Pertanyaan 'Maut' Saat Wawancara Kerja?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. lifehack.com

    Ilustrasi. lifehack.com

    TEMPO.COJakarta - Sebagai pelamar kerja, Anda tentu dibolehkan mengajukan pertanyaan saat menjalani sesi wawancara kerja. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum bertanya, misalnya memilih kata atau istilah yang sopan dan intonasi ucapan yang baik.

    Mengutip Time, ternyata bukan cuma dua hal itu yang harus dipikirkan. Ada empat jenis pertanyaan yang membuat pewawancara balik menanyakan maksud Anda bekerja, dan bukan tidak mungkin pihak perusahaan malah meng-cut nama Anda dari pelamar.

    Berikut ini beberapa poin yang sebaiknya tidak ditanyakan saat wawancara kerja.

    1. Bisakah Anda menceritakan segala sesuatu tentang perusahaan ini kepada saya?
    Pertanyaan ini biasanya diajukan pihak pewawancara kepada Anda, bukan sebaliknya. Jika mengajukan pertanyaan ini, sama saja Anda mengumumkan kepada para pewawancara bahwa Anda tidak siap, bahkan memberikan kesan tidak ada niat untuk bersiap-siap. Sekali Anda melontarkan pertanyaan ini, dijamin pekerjaan impian akan melayang.

    Bila ingin bertanya, sampaikan pertanyaan yang sifatnya lebih spesifik. Misalnya tentang tujuan atau goal perusahaan, atau lebih baik lagi seputar tugas dari posisi yang Anda lamar.

    2. Berapa gaji yang Anda tawarkan (untuk posisi yang dituju)?
    Bertanya tentang gaji boleh-boleh saja. Malah, itu adalah hak Anda untuk mengetahui nilai gaji yang ditawarkan. Tapi perlu dicatat, bila ingin bertanya tentang gaji, sebaiknya tanyakan setelah Anda dinyatakan diterima bekerja. Jangan menanyakan soal gaji bila belum ada kesepakatan atau ikatan kerja antara Anda dan perusahaan. Setelah diterima bekerja, silakan bertanya seputar gaji, sekaligus bernegosiasi.

    3. Bisakah Anda berbicara/berdiskusi dahulu dengan orang tua saya?
    Biasanya, fresh graduate akan meminta orang tua untuk mengantar mereka saat pertama kali atau awal-awal melamar pekerjaan, termasuk ketika akan wawancara kerja. Sebenarnya ini bukan masalah. Namun sebaiknya orang tua cukup mengantar saja tanpa perlu ikut mendampingi saat wawancara. 

    Akan terkesan tidak dewasa, bahkan tidak profesional, bila Anda mengajak orang tua ikut serta ke ruang wawancara dan mendampingi Anda selama wawancara berlangsung. Kalaupun orang tua tidak ikut mendampingi saat wawancara, meminta waktu untuk berkonsultasi dengan mereka di sela wawancara atau meminta pewawancara turut menanyakan pendapat kepada orang tua Anda mengenai proses lamaran kerja ini, sangatlah tidak pantas.

    Meski merasa gugup, usahakan tetap tenang dan percaya diri bahwa Anda bisa melalui sesi penting ini. Karena itu, persiapkan diri sebelum menghadapi wawancara kerja.

    4. Kapan saya bisa mendapat promosi?
    Coba pikir, Anda belum mulai bekerja, masak sudah menanyakan tentang promosi? Lagi pula, perusahaan tidak bisa menentukan kapan promosi bisa diberikan. Tapi seorang pekerja bisa menentukan kapan promosi itu bisa mereka dapat. 

    Sesungguhnya promosi itu akan ada bergantung pada kinerja dan produktivitas pekerja itu sendiri. Kapan bisa diberikan? Bila Anda sedari awal masuk kerja sudah rajin, tekun, dan penuh tanggung jawab, promosi akan segera menjadi kenyataan.

    TIME | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Tip Agar Wanita Percaya Diri Saat Buat Keputusan
    7 Kebiasaan di Malam Hari yang Merusak Rambut
    Anak Gemar Jajan di Sekolah, Ajarkan Rambu-rambu Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.