5 Pilihan Makanan Beku untuk Stok Harian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengurangi makanan siap saji atau hasil proses memang sebaiknya dikurangi dari menu sehari-hari. Tapi terkadang mengkonsumsi makanan hasil proses juga tak bisa dihindari mengingat kesibukan yang menyita waktu sehingga tak sempat memasak.

    Bila terpaksa memilih makanan beku agar awet disimpan di lemari es sebagai stok dan siap disajikan bila dibituhkan, pilihlah jenis makanan berikut ini:

    1. Udang
    Kebanyakan lemari pembeku di rumah berisi daging ayam atau daging steak, yang juga baik untuk dijadikan pilihan makanan sehat dan enak. Namun untuk memasak daging atau ayam beku membutuhkan waktu yang cukup lama. Lebih baik pilihlah udang karena ukurannya yang kecil-kecil dan dagingnya yang lebih lembut membuat udang lebih mudah dimasak dalam keadaan beku.

    2. Nasi merah
    Di negara barat, nasi merah biasa dijual dalam keadaan beku. Untuk memakannya tinggal butuh memanaskan kembali atau dicampur dengan sup panas. Nasi merah juga baik buat kesehatan karena kandungan karbohidrat yang lebih rendah dari nasi putih.

    3. Aneka beri
    Berbagai jenis beri adalah sumber antioksidan yang sangat baik, juga 'sahabat' pencernaan dan kesehatan usus. Bila Anda harus memilih buah apa saja yang akan disimpan di lemari pembeku, aneka beri adalah opsi pertama, seperti stroberi, beri biru, dan beri hitam.

    4. Bayam
    Di Indonesia, bayam beku mungkin masih terdengar asing. Tapi tidak di negara-negara barat. Bayam langsung dibekukan setelah dipanen.

    5. Bakso
    Bakso juga pilihan yang mudah untuk stok makanan beku, meski tak terlalu sehat juga karena bakso biasanya mengandung pengawet. Bila memutuskan menyimpan bakso, pilihlah yang kualitasnya baik dan tak terlalu banyak mengandung pengawet.

    CHEATSHEET | PIPIT

    Berita lainnya:
    Ini Dia Asal Usul Es Krim
    Apa Saja yang Disembunyikan Suami dari Istrinya?
    Mitos dan Fakta Seputar Pernikahan, Apa Saja?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).