Jangan Komentari Berat Badan Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak obesitas melakukan pemanasan sebelum berenang di kamp musim panas di Beijing, CIna (15/7). Banyak orang tua memasukan anaknya ke kamp ini untuk menurunkan berat badan anak-anak mereka. Kevin Frayer/Getty Images

    Sejumlah anak-anak obesitas melakukan pemanasan sebelum berenang di kamp musim panas di Beijing, CIna (15/7). Banyak orang tua memasukan anaknya ke kamp ini untuk menurunkan berat badan anak-anak mereka. Kevin Frayer/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua tentu ingin yang terbaik buat anaknya. Salah satunya dengan memberikan komentar soal prestasi, kepribadian, dan bentuk fisik anaknya.

    Namun, seperti dilansir laman The Huffington Post, penelitian terbaru mengemukakan sebaiknya orang tua berhati-hati berkomentar soal berat badan anak. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Eating & Weight Disorders yang dilakukan Cornell University.

    Hasil penelitian menunjukkan, komentar yang diberikan kepada anak perempuan dapat mempengaruhi peningkatan indeks massa tubuh dan menimbulkan ketidakpuasan akan tubuh mereka ketika dewasa, meski sebenarnya anak tidak obesitas ketika kecil. Hal yang tidak jauh berbeda juga dialami anak laki-laki. Mereka yang mendengar komentar tersebut akan merasa tidak puas dengan tubuhnya, apabila badan mereka tidak tinggi dan berotot.

    Komentar-komentar tersebut dapat menimbulkan pola makan yang tidak sehat karena anak ingin menurunkan berat badan, yang justru dapat meningkatkan berat badan.

    Orang tua yang khawatir dengan berat badan anak dapat mengatasinya dengan menerapkan pola hidup sehat. Orang tua dapat mengajak semua anggota keluarga menyantap makanan bergizi dan melakukan kegiatan fisik bersama dibanding berkomentar soal berat badan anak tersebut.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Memukul, Cara Salah Memberikan Pelajaran kepada Anak
    Pendidikan Anak, Ajak Diskusi, Bukan Menghakimi
    4 Cara Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.