Tahukah Kamu, Pestisida pada Buah dan Sayur Tak Benar-benar Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah dan sayuran/kecantikan kulit. Shutterstock.com

    Ilustrasi buah dan sayuran/kecantikan kulit. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet yang sehat diawali dari sayuran dan buah-buahan yang sehat pula. Namun patut diwaspadai adanya zat-zat berbahaya di dalam buah dan sayuran tersebut, terutama pestisida yang buruk buat kesehatan.

    Para petani non-organik menyemprotkan pestisida sintetis pada tanaman mereka untuk membasmi hama dan serangga. Semakin besar, tanaman makin menyerap pestisida beserta residunya dan menempel pada kulit buah atau sayuran.

    Saat menyantap buah dan sayuran, kandungan pestisida itu turut termakan, bahkan setelah dicuci bersih sekalipun. Berikut ini adalah efek pestisida.

    1. Berbahaya untuk anak-anak
    Pestisida bisa berdampak serius buat kesehatan karena disinyalir bisa menyebabkan kerusakan otak dan sistem saraf, merusak hormon, dan memiliki andil dalam serangan kanker.

    Untuk anak-anak, pestisida bisa mengakibatkan masalah neurologis yang berimbas pada proses belajar, daya ingat, dan perhatian. Anak-anak makan lebih banyak dibanding orang dewasa, namun kemampuan untuk memproses bahan kimia yang masuk ke tubuh lebih kecil. Faktor itulah yang membuat anak-anak lebih mudah terkena dampak berbahaya dari pestisida.

    2. Pilihan buah dan sayur
    Stroberi, apel, anggur, ceri, paprika, seledri, bayam, tomat ceri, dan mentimun diklaim mengandung lebih banyak pestisida berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat. Pepaya, alpokat, jagung, nanas, kol, kembang kol, bawang, kacang polong, asparagus, mangga, pepaya, kiwi, terong, dan jeruk bali mengandung kadar pestisida lebih sedikit.

    3. Lindungi dari pestisida
    Salah satu cara adalah dengan membeli buah dan sayuran organik, walau harganya jauh lebih mahal dan sulit didapat. Namun tak perlu memaksakan diri bila dana terbatas. Stroberi dan apel memang baik untuk kesehatan, tapi tak ada salahnya juga memilih nanas atau pepaya.

    4. Harus dicuci
    Mencuci buah atau sayur adalah keharusan, tapi tak bisa 100 persen membersihkan pestisida. Banyak orang berpikir mencuci bersih buah atau sayuran bisa menghilangkan jejak pestisida. Mencuci memang bisa membersihkan kotoran, jejak tangan manusia, dan mengurangi sebagian pestisida, namun tidak seluruhnya.

    Buah yang dimakan dengan cara dikupas kulitnya, seperti pisang, alpokat, atau jeruk dinilai lebih aman daripada yang dimakan langsung, seperti stroberi, apel, atau anggur.

    5. Tetap mengkonsumsi buah
    Banyak makan buah dan sayuran tetaplah menjadi pilihan yang bagus untuk keluarga karena masih banyak orang yang tidak melakukannya. Hanya, sebisa mungkin kurangi jejak pestisida yang menempel.

    ECOWATCH l PIPIT

    Berita lainnya:
    Supaya Bayiku Tidur Tepat Waktu
    Uji Nyali dengan Kuliner Ekstrem Reptilia
    Lupakan Soal Fisik, Ladies! Ini yang Bikin Lelaki Jatuh Hati kepadamu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.