Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

4 Diet yang Bikin Umur Panjang Menurut Studi Harvard

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com
Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak alasan untuk melakukan diet, seperti agar lebih berenergi, berat badan turun, mencegah penyakit, dan tentu saja mendapatkan peluang untuk hidup lebih lama.

Umur panjang jadi motivasi utama untuk semua perubahan nutrisi atau gaya hidup, Itulah sebabnya studi Harvard baru menghubungkan empat cara makan khusus dengan hidup yang lebih lama. 

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data dari lebih dari 75.000 wanita dan 44.000 pria, mencari hubungan antara pola diet tertentu, kepatuhan terhadap pola tersebut, dan hasil kesehatan jangka panjang. Para peserta diikuti selama 36 tahun (mereka menyelesaikan kuesioner kesehatan setiap empat tahun) dan pada awal penelitian, tidak ada dari mereka yang menderita penyakit kardiovaskular atau kanker.

Hasilnya, yang diterbitkan bulan ini di JAMA Internal Medicine1, menunjukkan bahwa peserta yang mendapat skor lebih tinggi pada kepatuhan terhadap salah satu dari empat pola makan sehat memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil untuk meninggal selama masa studi. Mereka juga mengalami tingkat penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit pernapasan yang jauh lebih rendah daripada peserta dengan skor kepatuhan yang lebih rendah.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peserta yang membuat pola makannya hanya 25 persen lebih sehat dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 6 persen hingga 13 persen, kanker sebesar 7 persen hingga 18 persen, penyakit neurodegeneratif sebesar 7 persen, dan penyakit pernapasan sebanyak 35 persen sampai 46 persen. 

Jadi, diet apa yang medukung umur panjang, menurut studi tersebut? 

1. Diet Mediterania

Ada alasan mengapa diet Mediterania konsisten mendapat peringkat sebagai salah satu diet paling sehat selama beberapa dekade. Diet ini menyarankan makan makanan antioksidan tinggi seperti buah-buahan dan sayuran dan menekankan pentingnya biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, jamu, dan rempah-rempah. Diet ini juga memungkinkan untuk konsumsi unggas, telur, keju, dan yogurt secara teratur tetapi terbatas. 

2. Pola makan nabati

Seperti namanya, pola makan ini hanya berfokus pada makanan yang berasal dari tumbuhan, bukan hewan. Ini berarti orang yang mengikuti diet ini banyak makan kacang-kacangan dan biji-bijian, buah-buahan dan sayuran. Pemakan nabati harus rajin menghindari bahan-bahan buatan dan tambahan gula.

3. Diet sehat tradisional

Diet ini berasal dari Pedoman Diet untuk Orang Amerika, yang diterbitkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat, Departemen Kesehatan, dan Layanan Kemanusiaan A.S. Tujuannya adalah mempromosikan gaya hidup nabati serta konsumsi produk hewani tanpa lemak dan mengurangi asupan daging olahan, lemak inflamasi (seperti lemak trans), dan alkohol. Diet ini juga menganjurkan untuk berhenti mengonsumsi gula.

4. Indeks Makan Sehat Alternatif Harvard

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Diet ini dikembangkan oleh peneliti Harvard khusus untuk penelitian ini dan melibatkan penilaian makanan yang berbeda dalam kaitannya dengan faktor risiko penyakit kronis. Singkatnya, diet ini sangat mirip dengan diet Mediterania karena menyarankan sayuran dan buah segar, kacang-kacangan dan polong-polongan, serta ikan dan lemak sehat. Hal yang menonjol tentang Indeks Makan Sehat Alternatif adalah bahwa secara khusus merekomendasikan untuk menghindari kentang (semua kentang tetapi terutama kentang goreng), jus buah kemasan, dan biji-bijian olahan.

Jadi, dari studi ini ada beberapa hal yang bisa diikuti. Pertama, studi ini menegaskan kembali fakta bahwa mengikuti strategi makan sehat dalam jangka panjang dapat berdampak besar pada kesehatan. Secara khusus, semua diet ini menyertakan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan. 

Hal kedua yang diajarkan penelitian ini juga sangat penting, yakni lebih dari satu cara untuk makan dengan sehat. Rekan penulis penelitian, Frank Hu, menjelaskan, "Ini berarti bahwa kita memiliki banyak fleksibilitas dalam hal menciptakan diet sehat kita sendiri yang dapat disesuaikan dengan preferensi makanan individu, kondisi kesehatan, dan budaya."

MIND BODY GREEN

Baca juga: 4 Tips Terburuk untuk Menurunkan Berat Badan yang Sering Kali Gagal

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


7 Buah yang Bagus untuk Diet Sehat dan Alami

9 hari lalu

Ilustrasi diet dengan buah. Shuterstock
7 Buah yang Bagus untuk Diet Sehat dan Alami

Ada beberapa jenis buah yang bagus untuk diet, seperti apel, stroberi, hingga pisang. Selain enak, buah ini juga sehat dan kaya nutrisi.


Telur Baik buat Turunkan Berat Badan, Berapa Butir yang Dianjurkan dalam Seminggu?

10 hari lalu

Ilustrasi telur rebus (Pixabay.com)
Telur Baik buat Turunkan Berat Badan, Berapa Butir yang Dianjurkan dalam Seminggu?

Berapa butir telur sebaiknya dikonsumsi dalam seminggu untuk mendapatkan manfaatnya, termasuk menurunkan berat badan?


Inilah Jenis Diet yang Cocok untuk Penderita Diabetes

16 hari lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Inilah Jenis Diet yang Cocok untuk Penderita Diabetes

Salah satu kunci utama menghadapi penyakit diabetes adalah melalui pola makan yang sehat dan teratur dengan diet.


Begini Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

17 hari lalu

Ilustrasi berat badan. Shutterstock
Begini Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Ada beberapa cara yang dapat membantu menurunkan berat badan tanpa olahraga. Salah satunya dengan menjaga pola makan yang sesuai.


9 Tanda Depresi yang Kadang Tak Disadari, Termasuk Emosi Negatif

19 hari lalu

Ilustrasi depresi. Shutterstock
9 Tanda Depresi yang Kadang Tak Disadari, Termasuk Emosi Negatif

Berikut beberapa ciri seseorang mengalami depresi yang kadang tidak disadari. Termasuk Kehilangan minat pada aktivitas favorit dan emosi negatif.


5 Cara Meningkatkan Kualitas Ereksi secara Alami

20 hari lalu

Ilustrasi seks
5 Cara Meningkatkan Kualitas Ereksi secara Alami

Beberapa cara alami dapat membantu meningkatkan kekuatan dan durasi ereksi tanpa harus mengandalkan obat-obatan.


Apa Itu Diet Blue Zones?

20 hari lalu

Ilustrasi diet makanan mentah. Freepik.com/Yanalya
Apa Itu Diet Blue Zones?

Orang-orang yang tinggal di Blue Zones mempunyai umur panjang karena pendekatan mereka terhadap makanan, istirahat dan hubungan dengan keluarga dan lingkaran sosial.


Benarkah Pola Makan Vegan Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?

22 hari lalu

Ilustrasi wanita dengan rambut rontok dan kusut. Freepik.com
Benarkah Pola Makan Vegan Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?

Pola makan rupanya juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan rambut rontok. Lantas, benarkah pola makan vegan dapat mempercepat rambut rontok?


Tips Mengatur Pola Makan untuk Mencegah Diabetes Tipe 2

29 hari lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Tips Mengatur Pola Makan untuk Mencegah Diabetes Tipe 2

Berikut tips pola makanan sehat untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2.


Berenang Jika Ingin Menurunkan Berat Badan, Berikut 6 Alasannya

33 hari lalu

Ilustrasi lari dan renang. Shutterstock
Berenang Jika Ingin Menurunkan Berat Badan, Berikut 6 Alasannya

Berenang memberikan perpaduan ideal antara rekreasi dan kebugaran, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat bada. Apa alasannya?