Prada Lirik Bisnis Barang Fashion Preloved

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang tamu berpose di luar <i>fashion show</i> Prada dalam Milan Fashion Week Spring 2019 di Milan, Italia, Kamis, 20 September 2018. REUTERS/Stefano Rellandini

    Seorang tamu berpose di luar fashion show Prada dalam Milan Fashion Week Spring 2019 di Milan, Italia, Kamis, 20 September 2018. REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakaian bekas tak lagi dipandang sebelah mata. Dikenal dengan thrift atau preloved, pakaian tangan kedua yang lebih murah tapi dengan kualitas bagus semakin diminati. Bahkan merek fashion Prada mulai melirik bisnis ini.

    Kepala pemasaran sekaligus pewaris grup fashion mewah itu, Lorenzo Bertelli menilai sektor pakaian bekas dapat dikembangkan baik secara internal maupun melalui kemitraan.

    “Saya tidak bisa mengungkapkan terlalu banyak tapi yang pasti barang bekas akan kami ambil sebagai peluang. Ini bisa berupa kemitraan dengan pemain atau bisa juga sesuatu yang lebih internal, atau keduanya, semacam solusi hibrida seperti untuk e-commerce," katanya.

    Pasar untuk tas dan pakaian preloved yang masih layak pakai telah melonjak selama tiga tahun terakhir, didorong oleh pembeli yang lebih muda dan lebih sadar lingkungan, yang mencari barang-barang kelas atas namun terjangkau.

    Reuters melaporkan pertumbuhan pasar pakaian bekas ini diperkirakan akan mencapai 33 miliar euro (sekira Rp536 triliun) dalam ukuran tahun ini setelah tumbuh sebesar 65 persen antara 2017 dan 2021, menurut konsultan Bain. Sementara untuk produk barang mewah baru pertumbuhannya hanya mencapai 12 persen.

    Beberapa perusahaan mewah lainnya sudah menjajaki sektor ini. Awal tahun ini, konglomerat asal Prancis pemilik grup fashion dan barang mewah Kering mengambil 5 persen saham di Vestiaire Collective, platform terkemuka untuk pakaian dan tas bekas.

    Merek terkenal di bawah naungan Kering seperti Gucci juga membentuk kemitraan dengan platform purnajual The RealReal yang berbasis di Amerika Serikat pada 2020.

    "Tangan kedua adalah strategi yang telah kami selidiki selama lebih dari setahun," ujar Bertelli yang merupakan putra tertua dari co-Chief Executive Patrizio Bertrelli dan Miuccia Prada ini dalam sebuah wawancara di konferensi Reuters Next, dikutip Rabu.

    Baca juga: Cara Bedakan Barang Preloved Asli dan Palsu

    ANTARA

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

     

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?