Telat Menstruasi hingga Berbulan-bulan, Ketahui Penyebab Amenore dan Jenisnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kalendar menstruasi. Freepik.com

    Ilustrasi kalendar menstruasi. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menstruasi dialami perempuan sejak masa pubertas hingga menopause untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan. Siklus ini biasanya terjadi setiap 21-35 hari dan berlangsung selama dua hingga tujuh hari. 

    Namun, tidak setiap wanita mengalami siklus menstruasi yang teratur. Ada yang sebulan bisa dua kali, ada pula yang melewatkan menstruasi selama beberapa bulan yang disebut dengan amenore.

    Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Megha Ranjan dari Sharda Hospital India mengatakan amenore adalah istilah medis ketika seorang wanita tidak mengalami periode menstruasi.

    Lebih lanjut Ranjan mengatakan ada dua jenis amenore yang alami oleh wanita yakni amenore primer atau saat terlambat memulai menstruasi untuk pertama kalinya. Kisaran normal adalah pada usia 14-16 tahun.

    Kedua adalah amenore sekunder atau kondisi di mana seorang wanita telat haid selama tiga bulan berturut-turut atau lebih.

    Ketika mengalami amenore, kemungkinan akan muncul gejala seperti sakit kepala, penglihatan berubah, mual, rambut wajah tumbuh ekstra, rambut rontok, perubahan ukuran payudara dan keluarnya cairan susu, atau keluarnya cairan, dari payudara.

    "Penyebab utama amenore primer termasuk riwayat keluarga, genetika, dan gaya hidup," kata Ranjan dilansir Indian Express pada Sabtu, 31 Juli 2021. 

    Ranjan mengatakan cacat genetik atau kromosom dapat mempengaruhi fungsi ovarium dan siklus haid. Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan secara drastis juga bisa menyebabkan amenore.

    Selain itu, gangguan makan, pola olahraga yang ekstrem, pola makan yang buruk, stres, kehamilan, menyusui dan menopause dapat menyebabkan amenore sekunder.

    Penyebab lain yang mungkin termasuk alat kontrasepsi, seperti pil, suntikan, atau alat kontrasepsi. Ini dapat mempengaruhi siklus menstruasi wanita selama dan setelah digunakan.

    Amenore bisa dideteksi dengan cara melakukan tes darah untuk memeriksa fungsi tiroid, fungsi ovarium, testosteron (hormon pria), yang dapat mendeteksi PCOS dan kadar estrogen (hormon wanita).

    "Pilihan pengobatan untuk amenore bervariasi berdasarkan penyebabnya. Anda mungkin perlu melakukan perubahan gaya hidup, seperti pola makan, aktivitas, dan stres," kata Ranjan.

    Obat hormonal tertentu dan pil KB dapat membantu memicu menstruasi. Yang lain dapat membantu memicu ovulasi, seperti untuk PCOS. Terapi hormon juga dapat digunakan untuk menyeimbangkan hormon Anda. "Operasi jarang terjadi, tetapi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus," ujar Ranjan.

    Baca juga: 9 Penyebab Menstruasi Datang Lebih Awal, Perubahan Rutinitas hingga Kontrasepsi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.