Gaya Rambut Nyentrik Megan Rapinoe dan 4 Atlet Lainnya di Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megan Rapinoe. REUTERS

    Megan Rapinoe. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Para peserta Olimpiade di Tokyo 2020 tidak hanya menunjukkan kehebatannya untuk membela negara masing-masing, tapi juga penampilan yang mencuri perhatian. Termasuk gaya rambut yang berani dan penuh warna. Dari Naomi Osaka dan Shelly-Ann Fraser-Pryce yang terinspirasi bendera merah dan putih Jepang, hingga Megan Rapinoe yang tampil dengan gaya rambut pixie berwarna merah muda dan ungu.

    Berikut adalah beberapa penampilan yang menarik perhatian di berbagai tempat di Olimpiade Tokyo, seperti dilansir dari laman Olympics.

    1. Megan Rapinoe

    Megan Rapinoe. REUTERS

    Megan Rapinoe sangat percaya pada bagaimana penampilan luar Anda dapat memengaruhi kinerja di lapangan. "Saya selalu berkata, 'Terlihat bagus. Merasa baik. Mainkan yang bagus.’ Dalam urutan itu. Anda harus memilikinya sendiri,” kata Megan Rapinoe kepada US Weekly's Stylish tentang pilihan warna rambutnya.

    “Jadi bagi saya, memiliki rambut merah muda itu semacam ekspresi dari cara saya berhubungan dengan kecantikan. Ketika saya di lapangan sepak bola, saya ingin terlihat cantik.”

    Dia memiliki warna coklat tua sebelum bertahan dengan tampilan pirang untuk waktu yang lama. Untuk Tokyo, ia terjebak dengan warna yang memiliki unsur hot pink dan ungu, saat Piala Dunia. Dia dan warna rambutnya bahkan memiliki nama khusus yaitu Rapinkoe.

    2. Naomi Osaka yang terinspirasi bendera

    Petenis Jepang, Naomi Osaka berjabat tangan dengan Petenis asal Republik Ceko, Marketa Vondrousova dalam babak ketiga Olimpiade Tokyo di Ariake Tennis Park, Tokyo, Jepang, 27 Juli 2021. REUTERS/Piroschka Van De Wouw

    Superstar tenis Naomi Osaka mencocokkan kepangannya dengan warna bendera negar asalnya, Jepang. Dia memilih kepang berwarna merah dan putih cerah yang indah, serta ikat rambut merah dan putih yang dia gunakan untuk mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda, saat dia menyalakan api pada upacara pembukaan. Osaka kerap mewarnai rambut kepang sebelumnya, tetapi yang dia pilih untuk Olimpiade Tokyo ini adalah yang paling berani yang dia tunjukkan di lapangan belakangan ini.

    3. Shelly-Ann Fraser-Pryce

    Shelly-Ann Fraser-Pryce. REUTERS

    Juara Olimpiade Shelly-Ann Fraser-Pryce sering mengubah warna rambutnya. Pelari sprint ini kerap terlihat dengan rambut yang diwarnai hampir semua warna termasuk yang terinspirasi pelangi di Kejuaraan Dunia 2019 di Doha.

    Fraser-Pryce yang menjalankan bisnis rambut di kota asalnya, telah mengisyaratkan kepada Olympics.com pada September 2020 tentang kemungkinan pilihan warnanya untuk Tokyo. “Untuk rambut saya… Saya selalu mencari warna yang paling cerah. Dan terkadang saya mendapatkan [ide] dari negara tempat saya berada. [Bendera Jepang] berwarna putih dan merah,” kata pembawa bendera tim Jamaika itu.

    4. Ebrar Karakurt dan Meryem Boz

    Ebrar Karakurt pemain voli Turki (kiri) dan rekan satu timnya. Instagram.com/@ebrarkarakurt18

    Pemain voli Turki Ebrar Karakurt tampil dengan rambut merah muda cerah yang berani, saat melawan juara bertahan China. Spiker ini selalu menjadi gadis berambut pendek dan selalu mengubah warna rambutnya. Kadang-kadang hanya hitam polos dan coklat tua, pirang penuh atau garis-garis pirang, tetapi favoritnya tampaknya adalah merah muda panas yang juga dia pilih untuk Tokyo.

    Pemain voli Turki, Meryem Boz. Instagram.com/@mrymboz

    Di lapangan melawan peraih medali emas enam kali, sulit untuk melewatkan anak muda kurus itu bukan hanya karena rambutnya yang berwarna cerah tetapi juga karena serangan besar yang dia tembak. Rekan setimnya Meryem Boz juga memilih warna biru mencolok untuk debut Olimpiade-nya.

    Baca juga:
    Jaga Imunitas, Windy Cantika Ungkap Makanan dan Suplemen selama Olimpiade Tokyo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.