4 Langkah Menyembuhkan Tumit Pecah-Pecah, Menurut Ahli Penyakit Kaki

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi merawat kaki dengan batu apung. Freepik.com

    Ilustrasi merawat kaki dengan batu apung. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama masa pandemi Covid-19, pedikur belum menjadi prioritas utama. Jika Anda terbiasa melakukan pedikur di salon, sudah waktunya merawat kaki kering dan pecah-pecah itu sendiri. Selain itu, ada baiknya melakukan sedikit penyelidikan tentang apa yang sebenarnya menyebabkan tumit kering dan pecah-pecah.

    Karena ada beberapa penyebab yang berbeda, mungkin perlu beberapa waktu untuk mengetahui dengan tepat apa yang menyebabkan kondisi kaki Anda. Kaki kering dan pecah-pecah dapat disebabkan oleh eksim, yang biasanya bersifat genetik dan paling umum terjadi pada tangan dan kaki, kata Dr. Heather Woolery-Lloyd, dokter kulit bersertifikat. "Juga semakin bertambahnya usia, kulit cenderung menjadi lebih kering dan menghasilkan lebih sedikit minyak alami," ujarnya, seperti dilansir dari laman Women's Health.

    Menurut ahli penyakit bedah kaki, Miguel Cunha penyebab lain dari tumit kering dan pecah-pecah termasuk diabetes, eksim, hipotiroidisme, sindrom Sjögren, gangguan kulit kaki basah dan kering, infeksi seperti kaki atlet, faktor biomekanik seperti kaki datar, taji tumit, atau berdiri untuk waktu yang lama, terutama di lantai yang keras, dan sepatu yang tidak pas, serta cuaca kering dan dingin.

    Untuk mengatasi tumit pecah-pecah, ikuti empat langkah mudah berikut ini 

    Langkah 1: Rendam + Eksfoliasi

    Seminggu sekali, sisihkan sedikit waktu setelah Anda mandi untuk merawat kaki Anda. Kuncinya adalah untuk melembutkan kapalan, kaki kering Anda dalam air hangat selama 10 sampai 15 menit. Jika Anda merasa suka, tambahkan beberapa tetes minyak esensial favorit Anda atau gunakan rendaman kaki yang sudah dikemas sebelumnya. Merendam kaki Anda akan menghidrasi kulit kapalan Anda dan memudahkan batu apung atau kikir kaki untuk melakukan tugasnya.
    Setelah itu, mengelupas kulit mati dengan batu apung atau kikir kaki.

    Langkah 2: Melembabkan

    Untuk tumit yang mengeras, sangat penting untuk menggunakan pelembab setiap hari. "Cari satu dengan urea atau asam laktat pada label bahan karena ini akan terkelupas serta menghidrasi," jelas Emily Splichal, ahli penyakit kaki fungsional dan spesialis gerakan manusia.

    Anda juga dapat menggunakan bahan alami seperti minyak zaitun atau minyak kelapa – di bagian tumit. Dr. Splichal juga menyarankan untuk menjaga kelembapan dengan plastik atau kaus kaki. 

    Langkah 3: Pilih Alas Kaki yang Tepat

    Jika Anda terus-menerus berurusan dengan kulit pecah-pecah, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali koleksi sepatu Anda. Sepatu yang lebih ketat yang membatasi gerakan seperti sepatu bot atau sepatu dengan tumit kaku,” catat Dr. Splichal.

    Langkah 4: Jadikan Perawatan Kaki Bagian Dari Rutinitas Anda

    Sama seperti rutinitas perawatan kulit Anda, sama pentingnya untuk terus memberikan perawatan pada kaki Anda—bahkan setelah Anda menyembuhkannya. “Perawatan terbaik untuk tumit pecah-pecah adalah menghindarinya sejak awal yang berarti pelembab harian dan pengelupasan kulit mingguan — ini penting dalam cuaca dingin dan hangat,” saran Dr. Splichal.

    Baca juga: Hindari Tumit Pecah-pecah, Ini 3 Ramuan Scrub untuk Kulit Kaki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.