Agar Tidak Salah Kaprah, Pahami 15 Istilah Transaksi Belanja Online

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, JAKARTA – Keberadaan teknologi dan Internet memfasilitasi segala kegiatan manusia, termasuk perihal berbelanja. Tren belanja online atau dikenal dengan istilah e-commerce mulai menjamur di kalangan masyarakat saat ini.

    Kemudahan dan efisiensi waktu menjadi alasan utama belanja online menjadi pilihan utama untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari. Menjamurnya transaksi belanja online kemudian diikuti istilah-istilah asing atau singkatan yang digunakan oleh toko online atau online shop.

    Agar tidak menimbulkan kebingungan, dikutip dari berbagai sumber, berikut istilah-istilah yang sering muncul dalam transaksi jual-beli secara daring.

    1. Pre-Order (PO)

    Apabila sering melakukan transaksi belanja online, istilah pre-order atau PO sudah tidak asing lagi. Istilah PO merujuk pada sistem pembelian barang dimana pembeli harus menunggu barang terlebih dahulu selama beberapa hari untuk siap dikirim. Dalam penjualan barang yang menggunakan metode ini, konsumen biasanya membayar terlebih dahulu terhadap barang yang akan dipesan.

    ADVERTISEMENT

    PO dilakukan pada barang yang sifatnya sukar diperoleh atau dibuat berdasarkan pesanan pembeli atau custom. Durasi barang siap dikirim biasanya memakan waktu selama tujuh hari.

    1. Ready Stock

    Dalam belanja online, ready stock memiliki arti barang sudah tersedia dan siap dikirim.

    1. Sold Out

    Bermakna barang sudah laku terjual dan tidak ada jumlah tambahan untuk barang tersebut. Pembeli baru dapat melakukan pembelian apabila penjual sudah me re-stock, melakukan produksi kembali.

    1. Fix Order

    Setelah melakukan pengecekan barang di suatu toko online, seperti menanyakan spesifikasi barang dan pembeli sudah pasti melakukan transaksi pembelian, dapat dikatakan pembeli sudah melakukan istilah fix order.

    1. Format Order

    Apabila menemukan istilah ini dalam sebuah toko online, berarti pembeli harus menuliskan transaksi pembelian apa yang pasti akan dilakukan (fix order) ke dalam sebuah format penulisan. Untuk formatnya, biasanya disediakan oleh penjual. Format order bertujuan untuk memudahkan penjual dalam mengirimkan, merekap, dan melakukan pembukuan atas barang yang terjual di tokonya,

    6. Delivery

    Memiliki arti pengiriman atau pengantaran barang

    1. Supplier

    Dalam toko daring, supplier merupakan penjual tangan pertama. Apabila dalam sebuah toko online terdapat istilah ini, dapat dikatakan penjual menyediakan barang yang diproduksi atau merupakan barang milik sendiri, atau berskala besar.

    1. Reseller

    Reseller merupakan penjual tangan ketiga atau pihak yang melakukan penjualan atas barang supplier. Jika pembeli menemukan ‘open reseller’ atau “reseller are welcome’ menandakan bahwa penjual pertama menghendaki orang lain menjual kembali barangnya. Harga yang dipatok pun juga berbeda. Harga barang yang dijual reseller merupakan harga khusus yang sudah ditetapkan apabila telah memenuhi syarat atau ketentuan tertentu.

    1.     Dropship

    Sama-sama merupakan menjualkan barang milik supplier layaknya reseller, tetapi kedudukan dropship hanya sebagai perantara antara supplier dan konsumen. Dropshipper menjadi atas nama pengirim dalam transaksi pembelian barang kepada pembeli yang dikirimkan supplier

    1. Cash on Delivery (COD)

    Salah satu sistem pembayaran dalam belanja online adalah sistem cash on delivery atau COD. Sistem COD menghendaki pembeli membayar ketika barang yang dipesan sudah sampai ke alamat pembeli.

    1. Preloved

    Pre-oved melekat pada sebuah penjualan barang yang sudah bekas pakai atau lebih sering dikenal dengan istilah second.

    1. Net

    Sebuah istilah yang berarti harga yang ditetapkan pada suatu barang oleh penjual sudah tidak dapat ditawar atau pas.

    1. Want to Sell (WTS) dan Want to Buy (WTB)

    Istilah Want to Sell (WTS) dilakukan ketika seseorang ingin melakukan transaksi penjualan barang.

    Want to Buy (WTB) bermakna seseorang yang ingin membeli atau mencari suatu barang.

    1. Testi atau Testimoni

    Bentuk tanggapan atas kepuasan pembeli terhadap barang yang dijual di sebuah toko online. Testimoni bagi penjual berfungsi untuk memberikan citra  bahwa toko online milik penjual aman dan terpercaya kepada calon pembeli,

    1. Blacklist

    Blacklist atau daftar hitam biasanya digunakan bagi pelaku yang tidak bertanggungjawab atas transaksi yang dilakukan di dalam belanja online yang berlaku  bagi penjual ataupun pembeli. Blacklist membuat pelaku tidak dapat melakukan transaksi jual-beli online.

    Itulah beberapa istilah yang sering muncul dalam transaksi ketika belanja online. Keberadaan istilah-istilah tersebut mempermudah interaksi antara penjual dan pembeli di dalam sebuah e-commerce.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Transaksi Belanja Online, Pahami Skema Pembayaran COD

     

     



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.