Lemon Bisa Mengatasi Jerawat, Bintik Hitam, hingga Bekas Luka? Cek Faktanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lemon. Shutterstock

    Ilustrasi lemon. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang percaya bahwa lemon, baik airnya maupun kulitnya, dapat membantu beberapa masalah kulit, termasuk jerawat, bintik hitam, dan bekas luka, bahkan bisa membuat kulit bercahaya. Apa benar? 

    Sebelum membeli banyak lemon untuk merawat kulit, ketahui dulu fakta tentang buah ini, seperti dikutip Livestrong, Jumat, 11 Juni 2021. 

    1. Lemon untuk hiperpigmentasi dan flek hitam

    Paparan sinar matahari, beberapa obat, genetika dan perubahan hormonal dapat menyebabkan hiperpigmentasi, menurut Mayo Clinic. Kondisi ini, yang menyebabkan area kulit gelap, lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kulit berwarna lebih gelap, tetapi bisa terjadi pada siapa saja, menurut Klinik Cleveland. Hiperpigmentasi dapat muncul sebagai bintik-bintik kecil atau bercak yang lebih besar, menurut American Osteopathic College of Dermatology.

    ADVERTISEMENT

    Banyak orang dengan hiperpigmentasi ingin meringankan perubahan warna kulit mereka, dan ada yang mengatakan bahwa lemon bisa melakukannya. Ini didasarkan pada asam sitrat membuat kulit mengelupas, sedangkan asam askorbat (sejenis vitamin C) menghambat produksi melanin, zat yang memberi warna pada kulit (dan rambut dan iris mata) kita.

    Tapi jangan menggosok lemon di wajah setiap hari untuk mencoba menghilangkan flek hitam atau bercak. Menurut meta-analisis Februari 2019 dari 31 uji klinis kecil yang dimuat di Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, perlu vitamin C dosis tinggi - konsentrasi setidaknya 10 persen - untuk melihat manfaatnya. Konsentrasi vitamin C dalam jus lemon kurang dari 4 persen, Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA. Penting juga untuk diingat bahwa studi dalam analisis ini hanya mencakup orang dewasa kulit putih dan Cina, jadi belum diketahui apakah temuan itu berlaku untuk semua jenis kulit. Dan, penelitiannya adalah pada vitamin C, tidak secara khusus jus lemon.

    Selain itu, beberapa orang percaya bahwa vitamin E dalam lemon dapat membantu mengatasi hiperpigmentasi, tetapi sebuah lemon bahkan tidak mengandung seperseratus dari kebutuhan E harian, menurut USDA dan National Institutes of Health. Plus, tidak ada bukti bahwa vitamin E berguna untuk bintik hitam atau pencerah kulit.

    Perlu diingat bahwa mengoleskan lemon atau jus jeruk apa pun dapat membuat kulit jadi hipersensitif terhadap sinar matahari, menurut Klinik Cleveland. Jadi, jika keluar setelah menggunakan jus lemon, bisa jadi kulit lebih mudah terbakar.

    2. Air lemon untuk mengatasi jerawat

    Menurut orang yang percaya, asam sitrat dalam air atau jus lemon memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang membantu menghilangkan jerawat.

    Asam sitrat memang memiliki manfaat antibakteri dan antijamur, menurut studi Januari 2020 di Journal of Clinical Medicine dan studi Februari 2011 di Comparative Clinical Pathology. Tetapi lemon hanya mengandung 1,44 g/oz asam sitrat, yang artinya tidak banyak. Plus, belum ada uji klinis pada manusia untuk melihat apakah air lemon membantu mengatasi jerawat.

    Selain itu, menggunakan lemon di wajah Anda dapat menyebabkan iritasi kulit, menurut ulasan Januari 2020 di Plants. Ada laporan rasa terbakar, kemerahan dan kekeringan, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif.

    3. Air lemon untuk bekas luka 

    Ada klaim bahwa air lemon dapat mengatasi bekas luka, terutama bekas jerawat. Air lemon mengandung asam sitrat, sejenis asam alfa hidroksi (AHA). Di dunia perawatan kulit, AHA ditambahkan ke produk untuk membantu pengelupasan kulit dan pengangkatan sel kulit mati.

    Tetapi tidak ada penelitian yang menggunakan asam sitrat untuk hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH), jaringan parut yang tersisa setelah jerawat sembuh. Lebih sering, AHA lain - asam glikolat - digunakan untuk mengobati PIH, menurut sebuah studi Desember 2013 di Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology. Sayangnya air lemon tidak mengandung asam glikolat.

    Plus, produk perawatan kulit dengan AHA diformulasikan dengan hati-hati untuk memberikan jumlah asam yang sama di setiap pengaplikasian, sedangkan jumlah asam sitrat bervariasi pada setiap lemon. 

    Baca juga: Jangan Buang Kulit Lemon, Ada Manfaatnya untuk Tangkal Bakteri dan Sel Kanker


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.