8 Mitos Perawatan Kulit, dari Pemakaian Tabir Surya hingga Retinol

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

    Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia kecantikan penuh dengan mitos, bahkan dalam hal perawatan kulit. Banyak saran perawatan kulit yang tidak berhasil, dan beberapa mitos perawatan kulit bahkan dapat menyebabkan kulit justru jadi rusak.

    Berikut adalah 9 mitos perawatan kulit yang tak boleh lagi dipercaya, seperti dilansir Pink Villa, Sabtu, 5 Juni 2021. 

    1. Srubbing setiap hari membuat kulit bersih

    Scrubbing atau menggosok wajah setiap hari dapat menghilangkan sebum alami dan kekenyalan kulit. Scrub umumnya sangat keras yang dapat menyebabkan banyak kerusakan, termasuk jerawat. 

    ADVERTISEMENT

    2. Tak perlu tabir surya saat mendung 

    Dengan atau tanpa awan, sinar UV yang berbahaya mencapai kulit dan dapat menyebabkan kerusakan. Jadi selalu pastikan untuk mengoleskan tabir surya setidaknya dua kali sehari untuk mencegah penuaan dan pigmentasi yang disebabkan oleh paparan sinar matahari.

    3. Toner penting untuk kulit berjerawat

    Orang yang memiliki kulit berjerawat sering mencari produk perawatan kulit untuk memerangi kulit berminyak mereka. Toner dianggap sebagai cara untuk membersihkan kulit dari minyak berlebih setelah dicuci. Kulit sebenarya tidak perlu selalu bersih dan terkelupas dari semua minyak alaminya. Toner umumnya diformulasikan dengan alkohol, yang dapat menghasilkan efek pengeringan yang membahayakan kulit dan menyebabkan kerusakan akibat radikal bebas.

    4. Minyak atsiri menyembuhkan masalah kulit

    Minyak esensial menyebabkan lebih banyak masalah pada kulit. Karena minyak atsiri mengandung senyawa harum yang mudah menguap. Ketika dioleskan, itu dapat memicu reaksi peradangan yang mengganggu penghalang kulit, menghilangkan zat-zat penting yang pada akhirnya menyebabkan berbagai masalah kulit.

    5. Retinol baru dibutuhkan setelah usia 50 tahun 

    Retinol adalah standar emas perawatan kulit untuk segala usia. Retinol meningkatkan produksi kolagen dan pergantian sel kulit, membantu mengobati jerawat, mengecilkan pori-pori, meminimalkan garis-garis halus dan kerutan, serta meratakan warna kulit. Jadi, mulailah menggunakan retinol di pertengahan-akhir 20-an untuk mencegah kerusakan dan mencegah keriput.

    6. Kulit berminyak tak perlu pelembap

    Kulit berminyak masih bisa mengalami dehidrasi. Menggunakan pelembap secara teratur dapat membuat kulit tidak terlalu berminyak karena akan membantu keseimbangan produksi minyak.

    7. Krim mata tidak banyak manfaatnya

    Krim mata memiliki banyak manfaat karena mengandung bahan dan diformulasikan untuk masalah kulit tertentu. Krim mata dengan kafein dapat membantu mengendalikan peradangan jika muncul lingkaran hitam atau bengkak karena kelelahan dan membuat bagian bawah mata tampak lebih cerah. Krim mata yang sempurna harus dikombinasikan dengan bahan-bahan yang menenangkan, menghidrasi, dan mencerahkan, seperti asam hialuronat, vitamin C, dan retinol, karena kombinasi tersebut dapat menghilangkan garis-garis halus, kerutan, dan membuat kulit tampak muda secara keseluruhan.

    8. Retinol mengiritasi kulit 

    Retinol adalah produk anti-penuaan yang paling efektif, tetapi juga memiliki beberapa efek samping yang mengganggu, seperti kemerahan, kekeringan, dan pengelupasan. Jika merasakan iritasi, jangan langsung buang retinol tetapi ubah cara dan waktu menggunakannya. Daripada menghentikan penggunaan retinol dalam perawatan kulit, sebaiknya kurangi frekuensi penggunaan, misalnya jadi tiga malam sekali lalu tingkatkan frekuensinya jika kulit sudah terbiasa.

    Baca juga: 9 Pasang Bahan Perawatan Kulit yang Harus Anda Hindari Sepenuhnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.