Hasil Studi Ibu yang Divaksin Dapat Menularkan Antibodi COVID-19 Melalui ASI

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksinasi (Pixabay.com)

    Ilustrasi vaksinasi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah penelitian baru menunjukkan bahwa ibu yang telah divaksinasi dapat menyebarkan antibodi COVID-19 melalui ASI. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Februari, para peneliti di sejumlah universitas, termasuk University of Rochester Medical Center, menganalisis lebih dari 30 sampel susu dari 18 wanita yang telah didiagnosis dengan COVID-19.

    Sementara dua pertiga sampel ditemukan mengandung antibodi COVID, tidak ada sampel yang mengandung virus itu sendiri. "Hasil awal ini menunjukkan bahwa ASI dari ibu yang pernah terinfeksi COVID-19 mengandung antibodi spesifik dan aktif untuk melawan virus, dan mereka tidak menularkan virus melalui ASI. Ini berita bagus!" tulis rekan penulis Bridget Young, asisten profesor di URMC, seperti dilansir dari laman People.

    Studi lain yang diterbitkan bulan lalu, yang belum ditinjau sejawat, dipimpin oleh Rebecca Powell, ahli imunologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, menemukan hasil serupa.

    Menganalisis sampel dari wanita yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, para peneliti menemukan tingkat antibodi IgA yang signifikan, yang biasanya ditemukan dalam ASI dan dapat membantu melindungi bayi dari penyakit saluran pernapasan, seperti COVID-19.

    Namun, Powell mencatat bahwa perlindungan apa pun yang diberikan kepada bayi hanya bersifat sementara. "Ini tidak sama dengan bayi yang divaksinasi," katanya kepada The New York Times.

    Peneliti lain dari URMC, Dr. Antti Seppo menambahkan segera setelah Anda berhenti menyusui ASI itu, tidak ada periode perlindungan. Melalui penelitiannya, Seppo menemukan bahwa kadar antibodi dalam ASI mencapai puncaknya setelah wanita menerima dosis vaksin kedua.

    Beberapa ibu yang divaksinasi bahkan bekerja ekstra untuk membantu ibu baru lainnya. Seorang ibu North Carolina, yang memiliki anak kembar berusia 3 bulan, mengatakan kepada The New York Times bahwa seorang teman yang telah divaksinasi menawarkan untuk berbagi ASInya sendiri.

    "Mereka tidak bisa divaksin jadi ini memberi saya sedikit ketenangan pikiran," kata Destiny Burgess kepada anak-anaknya.

    "Saya merasa seperti memiliki kekuatan super yang baru ditemukan ini," tambah temannya, Olivia de Soria, yang berbagi susunya dengan total lima keluarga.

    Meskipun penelitian tambahan masih diperlukan, banyak peneliti menyatakan keyakinannya kepada Times tentang keamanan ASI dari ibu yang divaksinasi. "Tidak ada alasan untuk berpikir ada sesuatu tentang vaksin ini yang akan menyebabkannya berbahaya, dan ada alasan untuk percaya itu akan bermanfaat," kata Christina Chambers, co-direktur Center for Better Beginnings San Diego di Universitas California.

    Baca juga: Ibu Menyusui Boleh Disuntik Vaksin COVID-19, Bagaimana dengan Wanita Hamil?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H