Ibu yang Lebih Tua Membesarkan Anak Lebih Baik, Meski Hamilnya Berisiko

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu sedang menggendong bayi. (Unsplash/The Honest Company)

    Ilustrasi ibu sedang menggendong bayi. (Unsplash/The Honest Company)

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin bertambah usia, semakin kecil kemungkinan untuk hamil. Alasannya, perempuan terlahir dengan jumlah telur telur tetap yang semakin menurun seiring dengan pertambahan usia. 

    Selain itu, hamil di atas usia 35 tahun memiliki risiko komplikasi tambahan seperti hipertensi, diabetes, atau kelainan kromosom pada bayi baru lahir. Namun penelitian menunjukkan bahwa hamil di usia yang lebih tua memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah ibu yang lebih tua membesarkan anak dengan lebih baik.

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di School of Business and Social Sciences di Aarhus University di Denmark, terungkap bahwa anak-anak yang lahir dari perempuan berusia 35 tahun tumbuh dengan lebih baik. Studi tersebut menunjukkan bahwa ibu yang lebih tua tidak ketat dalam menerapkan disiplin fisik dan verbal pada anak-anak mereka ketika mereka berusia antara 7 dan 11 tahun. Akibatnya, anak-anak pada kelompok usia ini menunjukkan lebih sedikit kesulitan perilaku, sosial dan emosional.

    Studi tersebut menunjukkan bahwa ibu yang lebih tua memiliki hubungan yang lebih baik dan lebih stabil dengan anak-anak. Mereka bahkan lebih memperhatikan pendidikannya. Selain itu, tingkat kematangan wanita yang lebih tua memudahkan mereka untuk mengalahkan stres selama kehamilan dan menjaga sikap positif saat membesarkan anak.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: 3 Penyebab Wanita Mengalami Depresi Pasca Melahirkan, Ada Peran Pasangan

    Seiring bertambahnya usia, orang menjadi lebih baik dalam menghadapi tantangan emosional dan mental. Dampaknya, mereka dapat menangani situasi sulit dan membimbing anak-anak mereka dengan cara yang lebih baik. Mereka memberi anak-anak mereka lingkungan psikososial positif yang membantu menjadi optimis dalam hidup.

    Penelitian sebelumnya mengungkap berbagai manfaat hamil di kemudian hari. Memiliki hubungan ibu dan anak yang lebih baik hanyalah salah satunya. Manfaat lain dari hamil di kemudian hari meliputi kognisi dan memori verbal yang lebih tajam.

    Risiko anak mengalami cedera yang tidak disengaja yang membutuhkan perhatian medis juga lebih sedikit. Anak-anak dari ibu yang lebih tua berprestasi lebih baik di bidang akademik.

    Studi lain menunjukkan bahwa wanita yang memiliki anak setelah usia 33 tahun memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk hidup hingga usia 95 tahun dibandingkan dengan wanita yang memiliki anak terakhir sebelum usia 30 tahun.

    Jumlah perempuan yang hamil dan menjadi ibu di usia 20-an menurun dalam dua dekade terakhir. Semakin banyak wanita memilih punya bayi di usia lebih tua karena alasan karier atau telat menikah.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...