Diet Tinggi Serat Efektif Turunkan Berat Badan, Perhatikan Efek Sampingnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita diet. Freepik.com/Schantalao

    Ilustrasi wanita diet. Freepik.com/Schantalao

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet tinggi serat jadi salah satu pilihan populer untuk orang yang ingin menurunkan berat badan. Ini karena serat butuh waktu lebih lama untuk dicerna, juga perlu dikunyah, sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama

    Namun, manfaat diet tinggi serat ternyata bukan hanya untuk langsing. Kelly Plough, pakar diet yang dikutip Verywell Fit, mengatakan bahwa banyak alasan lain untuk memulai diet tinggi serat. 

    "Diet ini membuat Anda tetap teratur, dapat membantu menurunkan berat badan, menyehatkan jantung, dan bagus untuk usus serta mengurangi peradangan secara keseluruhan. Jika Anda tidak makan banyak serat saat ini, tambahkan secara perlahan ke dalam makanan Anda agar dapat ditoleransi dengan baik," kata dia. 

    Makanan tinggi serat didapat dari tanaman, baik sayur, buah, biji-bijian, umbi-umbian, atau kacang-kacangan. 

    Berikut manfaat diet tinggi serat untuk kesehatan. 

    1. Menyehatkan usus

    Serat membantu usus besar melakukan tugasnya dengan baik, sehingga menghasilkan feses lunak yang mudah dikeluarkan. Jadi mengonsumsi serat makanan membantu menjaga pergerakan usus tetap teratur dan mencegah sembelit, wasir, dan bahkan mungkin kanker usus besar.

    2. Penurunan berat badan

    Serat makanan membantu menurunkan berat badan karena mengenyangkan sekaligus rendah kalori. Makanan berserat juga bisa menjadi sumber protein tanpa lemak yang baik.

    Satu studi yang diterbitkan pada 2015 menemukan bahwa mengonsumsi banyak serat bisa menurunkan berat badan hampir sama besarnya dengan mengikuti diet ketat. 

    3. Menjaga kesehatan jantung

    Serat larut membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah, dua hal yang jadi faktor risiko penyakit jantung. Penelitian yang dipublikasikan pada 2016 menunjukkan bahwa secara keseluruhan, serat makanan membantu menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. 

    4. Pencegahan kanker

    Penelitian terhadap beberapa studi di 2016 mengungkap bahwa serat makanan juga menurunkan risiko kematian akibat kanker. Secara khusus, diet ini mungkin berpengaruh pada kanker usus besar karena membantu fungsi sistem pencernaan. 

    baca juga: 5 Buah Tinggi Serat Untuk Menurunkan Berat Badan dengan Mudah

    Meski banyak manfaatnya, diet tinggi serat juga memiliki efek samping. Makanan berserat tinggi, terutama kacang-kacangan, bisa menyebabkan atau memperburuk gas usus. Kondisi mungkin memalukan karena gas bisa keluar kapan saja, tetapi itu tidak berbahaya dan merupakan tanda bahwa bakteri baik di usus melakukan tugasnya. Untungnya serat prebiotik  dapat membantu mengurangi bau gas itu.

    Beberapa makanan yang tinggi serat juga tinggi FODMAP, yaitu kelompok karbohidrat yang dapat menyebabkan gejala pada orang dengan penyakit usus tertentu.

    Jadi, jika berencana untuk memulai diet tinggi serat, lakukan secara bertahap. Tambahkan serat sedikit demi sedikit agar sistem pencernaan bisa mengelolanya dengan baik. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.