8 Bahaya Diet Ketat, Berat Badan Belum Tentu Turun tapi 8 Gangguan Ini Mengintai

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita kelelahan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita kelelahan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet untuk menurunkan berat badan tak selalu berdampak baik bagi kesehatan. Ada risiko yang menyertainya ketika diet dilakukan secara ketat dan dalam waktu yang cukup lama.

    Meski berat badan jadi turun, diet juga memiliki efek samping jika salah melakukannya. Melansir dari Times of India, berikut delapan risiko dari menjalankan diet dalam waktu yang lama.

    1. Kelelahan

    Sedikitnya makanan yang masuk ke dalam tubuh akan membuat efek kelelahan karena energi yang terbakar tidak sesuai dengan energi yang masuk. Ini juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam membakar energi.

    2. Perubahan Mood 

    Diet cenderung membuat orang ingin makan makanan tertentu yang bisa menimbulkan perasaan senang dan puas. Tetapi ketika diet berlangsung, pembatasan konsumsi makanan tertentu dapat merusak suasana hati.

    3. Penurunan Massa Otot

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet berlebih dapat memicu peningkatan berat badan bersamaan dengan penurunan massa otot.

    Baca juga: Diet Pasti Gagal Kalau 5 Kebiasaan Ini Masih Dilakukan

    4. Kekurangan Nutrisi Utama

    Dalam beberapa metode diet, ada yang mengharuskan mengurangi konsumsi beberapa jenis nutrisi seperti karbohidrat, lemak, dan kalori. Tetapi bersamaan dengan itu, ada nutrisi penting lain yang ikut berkurang seperti serat dan lemak omega-3.

    5. Risiko Gangguan Makan

    Diet berkepanjangan juga bisa berdampak secara jangka panjang pada kebiasaan makan yang kurang stabil.

    6. Kesulitan Buang Air

    Diet dapat mempengaruhi saluran pencernaan, sehingga pengurangan konsumsi pada makanan kaya serat akan sangat mempengaruhi kelancaran buang air.

    7. Rambut Rontok

    Studi dalam Jurnal Praktik dan Konseptual Dermatologi menunjukkan kekurangan nutrisi bisa melemahkan folikel rambut sehingga mengurangi kemampuan untuk memproduksi lebih banyak rambut.

    8. Siklus Menstruasi Berubah

    Perubahan pola makan dan penurunan berat badan dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi, sehingga penting bagi para perempuan yang akan menjalankan diet untuk berkonsultasi dengan pakar diet yang dapat membantu dalam proses tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.