Diet Pasti Gagal Kalau 5 Kebiasaan Ini Masih Dilakukan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet. shutterstock.com

    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika kamu mantap diet atau berencana menurunkan berat badan, biasanya langkah pertama yang dilakukan adalah menyingkirkan beberapa jenis makanan yang biasa dikonsumsi. Namun cara ini saja belum cukup, jika kamu masih melakukan kebiasaan yang justru bertentangan dengan niat semula.

    Baca juga:
    6 Rahasia Mencegah Penuaan Dini, Tak Perlu Diet
    Diet Dian Nitami: Pantang Makan Makanan Enggak Enak
    Emily Ratajkowski Punya Trik Ramping tanpa Diet Ketat

    Presiden Institute for Sustainable Weight Loss, Susan Peirce Thompson mengatakan kesalahan umum yang cenderung dilakukan adalah memulai hari dengan kebiasaan yang salah. "Kesalahan terbesar yang dilakukan orang saat mereka mencoba menurunkan berat badan adalah memulai hari mereka dengan cara yang salah," katanya. Berikut ini beberapa kebiasaan harian yang berpengaruh pada program penurunan berat badan, seperti dilansir Womenshealthmagazine:

    1. Kurang tidur
    Kita semua pernah mendengar bahwa kurang tidur dapat menyebabkan berat badan bertambah. Sebabnya, kadar hormon perangsang nafsu makan atau kortisol bertambah. Sebaliknya, jika terlalu banyak tidur mungkin tidak akan lebih baik juga. Sebuah studi pada jurnal PLOS One menunjukkan tidur lebih dari 10 jam semalam dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dibandingkan mereka yang tidur 7 sampai 9 jam dalam semalam.

    2. Kurang terpapar sinar matahari
    Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One, jika menutup tirai kamar setelah bangun tidur, maka kamu bisa kehilangan manfaat penurunan berat badan dari sinar matahari. Penulis penelitian itu menyatakan orang yang terpapar sinar matahari di pagi biasanya memiliki berat badan ideal dibandingkan mereka yang jarang terkena matahari pagi, terlepas dari seberapa banyak mereka makan.

    Menurut penelitian, terkena sinar matahari pagi selama 20 - 30 menit akan mempengaruhi berat badan. Sebabnya, sinar matahari akan membuat tubuh menyelaraskan jam biologis, termasuk metabolisme serta pembakaran kalori.

    3. Tidak merapikan tempat tidur
    Survei National Sleep Foundation menyatakan merapikan tempat tidur dapat membuat kita lebih nyenyak tidur dibandingkan mereka yang tidak merapikan tempat tidurnya. Tidur nyenyak berkaitan dengan berat badan yang lebih rendah. Menurut Charles Duhigg, penulis The Power of Habit, merapikan tempat tidur di pagi hari dapat menularkan perilaku baik selanjutnya, misalnya dengan membuat sarapan sekaligus bekal makan siang.

    4. Tidak menimbang berat badan
    Riset dari Universitas Cornell terhadap 162 wanita dan pria yang kelebihan berat badan selama dua tahun menunjukkan, mereka yang menimbang berat badan setiap hari lebih sukses menurunkan berat badan dan mempertahankannya. Menurut Lisa Jones, R.D., juru bicara Akademi Nutrisi dan Dietetics di Pennsylvania, waktu terbaik untuk menimbang berat badan adalah di pagi hari, saat berat badan berada pada titik terendah.

    5. Sedikit sarapan
    Riset dari Universitas Tel Aviv menemukan pelaku diet rendah kalori mengkonsumsi sarapan seimbang dengan kandungan 600 kalori yang terdiri dari protein tanpa lemak, karbohidrat, dan sedikit makanan manis. Sarapan seimbang, dapat mengurangi tingkat kelaparan dibandingkan dengan mereka yang menyantap makanan rendah kalori atau sarapan dengan jumlah banyak.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.