8 Alasan Makan Cokelat Baik untuk Kesehatan

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Cokelat Hitam. Unsplash.com/Charisse Kenion

TEMPO.CO, Jakarta - Cokelat kerap dianggap buruk bagi kesehatan. Telah dikaitkan dengan jerawat, obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner, kerusakan gigi dan diabetes, yang seringkali membuat kita berpikir dua kali sebelum memakannya. Terlepas dari reputasinya yang buruk, ada beberapa manfaat kesehatan yang dapat Anda rasakan dari suguhan lezat ini.

Cokelat terbuat dari biji pohon kakao Theobroma tropis dan merupakan salah satu sumber antioksidan terbaik di planet ini. Berbagai penelitian yang dilakukan sampai saat ini menjamin manfaat kesehatan dari biji kakao, yang mengandung senyawa fenolik aktif secara biologis. Melansir laman Times of India, berikut ini 8 manfaat kesehatan dari makan cokelat, jadi lain kali Anda dapat menikmati suguhan Anda tanpa rasa bersalah.

Manfaat kesehatan cokelat

1. Bergizi
Cokelat sangat bergizi, terutama cokelat hitam dengan kandungan kakao yang tinggi. Itu sarat dengan mineral dan mengandung cukup banyak serat larut. Faktanya, cokelat hitam adalah salah satu sumber seng terbaik, nutrisi yang bertanggung jawab untuk mengaktifkan sekitar 300 enzim dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme. Selain itu coklat juga kaya akan zat besi, magnesium, tembaga, mangan, kalium, fosfor dan selenium. Tetapi harus dikonsumsi dalam jumlah sedang karena adanya lemak jenuh dan tak jenuh tunggal.

2. Dapat menurunkan tekanan darah
Kandungan flavanol pada cokelat dapat merangsang endotel, lapisan pembuluh darah arteri. Ini, pada gilirannya, mengarah pada produksi oksida nitrat, senyawa yang bertanggung jawab mengirim sinyal ke arteri untuk rileks, yang menurunkan resistensi terhadap aliran darah dan menurunkan tekanan darah.

3. Dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke
Tidak hanya tekanan darah, kakao juga memiliki khasiat untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Ini dapat membantu mengurangi tingkat LDL atau kolesterol jahat dalam darah, yang merupakan salah satu faktor penyebab stroke dan penyakit jantung. Dua penelitian di Swedia menegaskan bahwa mengonsumsi 19 hingga 30 gram cokelat per hari dapat menurunkan tingkat gagal jantung. Namun, manfaatnya tidak meningkat bila orang mengonsumsi cokelat dalam jumlah tinggi.

4. Dapat meredakan peradangan
Peradangan kronis dan berkepanjangan dalam tubuh dapat menyebabkan beberapa penyakit kronis. Cara mudah untuk mengurangi peradangan adalah dengan mengonsumsi coklat. Kakao memiliki efek anti-inflamasi yang dapat membantu menangkal penyakit kronis dan membuat Anda tetap sehat. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa kakao dapat mengatur komposisi bakteri di usus, yang dapat memicu respon anti inflamasi ini.

5. Melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari
Tidak hanya untuk kesehatan Anda, tetapi coklat juga baik untuk kulit Anda. Senyawa bioaktif yang ditemukan dalam cokelat dapat melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari, meningkatkan aliran darah ke kulit, dan menjaga kulit tetap terhidrasi. Faktanya, anggapan umum bahwa coklat menyebabkan jerawat juga tidak tepat.

6. Dapat meningkatkan fungsi otak
Jika Anda sedang mencari cara untuk meningkatkan fungsi kognitif Anda, maka jadikanlah cokelat sebagai sahabat Anda. Kandungan flavanol dalam coklat telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak. Sesuai penelitian yang dilakukan pada individu sehat, mengonsumsi cokelat selama lima hari berturut-turut dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Ini mungkin lebih bermanfaat bagi orang tua yang menghadapi gangguan mental. Studi menunjukkan bahwa kakao dapat bermanfaat dalam kasus penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

7. Dapat meningkatkan mood
Kita semua mendambakan cokelat ketika mengalami hari yang buruk dan ada alasan ilmiah di baliknya. Cokelat mengatur hormon serotonin dan dopamin yang membuat Anda merasa nyaman. Hormon-hormon ini bisa mengangkat mood dan membuat Anda merasa energik. Menurut review dari delapan studi coklat yang diterbitkan dalam Journal Nutrition Reviews, makan coklat dapat membantu meningkatkan mood Anda dan meningkatkan kognisi Anda, berkat flavonol yang kuat di dalamnya. Ini mungkin juga membantu orang yang menderita depresi.

Baca juga: 4 Cara untuk Membuat Minuman Cokelat Panas yang Lebih Sehat

8. Dapat memperbaiki gejala diabetes tipe 2
Gula dan diabetes tidak cocok satu sama lain, tetapi cokelat berbeda. Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat hitam dalam jumlah sedang dapat membantu mengurangi gejala diabetes tipe 2. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa asupan flavonoid yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko penyakit ini sejak awal. Selain itu, kakao kaya flavanol dapat menurunkan sensitivitas insulin, meningkatkan kadar gula darah, dan mengurangi peradangan pada penderita diabetes dan nondiabetes.

Ada 3 jenis cokelat yang berbeda - cokelat susu, cokelat hitam dan cokleat putih. Cokelat susu adalah jenis cokelat yang paling banyak didistribusikan. Ini berisi susu, cokelat dan gula. Persentase kakao dan susu berbeda dari satu daerah ke daerah lain.
Cokelat hitam adalah bentuk yang paling mirip dengan kakao murni, yang rasanya agak pahit. Cokelat jenis ini juga digunakan untuk menyiapkan makanan penutup dan kue.
Cokelat Putih mengandung banyak susu dan gula tambahan. Ini hanya mengandung cocoa butter, yang memberi warna putih pada batang coklat






Pentingnya Pola Hidup Sehat untuk Cegah Hipertensi dan Penyakit Jantung

37 menit lalu

Pentingnya Pola Hidup Sehat untuk Cegah Hipertensi dan Penyakit Jantung

Pola hidup sehat yang berkaitan dengan upaya menurunkan risiko penyakit jantung sangat dibutuhkan dalam upaya kesehatan di Indonesia.


8 Gejala Seseorang Kekurangan Vitamin B12

18 jam lalu

8 Gejala Seseorang Kekurangan Vitamin B12

Meski mudah didapatkan sumber-sumbernya, namun masih banyak orang yang kekurangan vitamin B12 ini. Kenapa?


4 Manfaat Vitamin B12 untuk Tubuh

1 hari lalu

4 Manfaat Vitamin B12 untuk Tubuh

Beberapa sumber vitamin B12 alamiah adalah ikan, kerang, daging, hati, telur, susu, yoghurt, dan keju.


5 Penyebab Hormonal yang Bikin Lemak Perut Membandel

1 hari lalu

5 Penyebab Hormonal yang Bikin Lemak Perut Membandel

Seiring bertambahnya usia, bahkan sedikit gangguan pada kadar hormon dapat menyebabkan lemak perut yang membandel menempel.


Dibebaskan dari Tuduhan Penggunaan Narkoba, Lee Sang Bo: Masih Berjuang Pulih

1 hari lalu

Dibebaskan dari Tuduhan Penggunaan Narkoba, Lee Sang Bo: Masih Berjuang Pulih

Hasil tes urin menunjukkan negatif narkoba, Lee Sang Bo bersyukur namun masih harus berjuang untuk sembuh dari depresinya.


Inilah 5 Bahaya Makan Sekali dalam Sehari

1 hari lalu

Inilah 5 Bahaya Makan Sekali dalam Sehari

Alih-alih turunkan berat badan, makan sekali dalam sehari justru memberikan gangguan kesehatan bagi tubuh.


Cairan Ginjal Enzim Renin, Bagaimana Fungsinya dalam Tubuh?

2 hari lalu

Cairan Ginjal Enzim Renin, Bagaimana Fungsinya dalam Tubuh?

Enzim renin diproduksi oleh sel khusus dalam ginjal


Kenali Gejala dan Penanganan Hidrosefalus yang Membahayakan Otak

3 hari lalu

Kenali Gejala dan Penanganan Hidrosefalus yang Membahayakan Otak

Terdapat sejumlah gejala dari hidrosefalus, penumpukan cairan di tengkorak otak, setiap jenjang usia dapat mengalami gejala yang berbeda-beda.


Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer

5 hari lalu

Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer

Diperkirakan antara 5 hingga 10 persen orang di atas usia 65 memiliki demensia vaskular.


Jangan Lupa Olahraga, Bisa Bantu Atasi Stres

6 hari lalu

Jangan Lupa Olahraga, Bisa Bantu Atasi Stres

Olahraga dapat merangsang produksi hormon endorfin yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami.