Sering Pakai Jepit Rambut, Awas Risikonya Rambut Rontok dan Mudah Rapuh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penjepit rambut berada dikepala model saat sedang dirias sebelum tampil memperagakan busana Guido Maria Kretschmer dalam acara Berlin Fashion Week Spring/Summer 2016 di Jerman, 8 Juli 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Sejumlah penjepit rambut berada dikepala model saat sedang dirias sebelum tampil memperagakan busana Guido Maria Kretschmer dalam acara Berlin Fashion Week Spring/Summer 2016 di Jerman, 8 Juli 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa wanita gemar menggunakan jepit rambut. Selain sebagai aksesori, jepir rambut juga berfungsi untuk menahan anak rambut atau poni agar tidak menutupi bagian mata yang menggangu penglihatan. Meski demikian, penggunaan jepit rambut yang salah ternyata bisa mengakibatkan kerusakan rambut. 

    Jepit rambut yang terbuat dari metal alias besi misalnya, berpeluang besar untuk menggores kulit kepala karena ujungnya yang tajam. Selain itu, jepit rambut yang digunakan terlalu kencang bisa membuat rambut menjadi rapuh dan gampang rontok. Pada prakteknya, jepit rambut bukan hanya berbentuk aksesori kecil dengan glitter atau tempelan manik-manik yang dapat mempercantik tampilan luar rambut Anda.

    Jepit rambut juga kerap digunakan pada pemasangan rambut palsu atau ekstensi rambut. Rambut palsu dengan jepit kerap dipilih karena pemasangannya yang praktis, mudah, bisa dilakukan oleh orang dengan skill kecantikan paling dasar, serta bisa disesuaikan dengan panjang rambut Anda. Meskipun demikian, rambut palsu ini tidak bisa digunakan terlalu lama karena berpotensi membuat rambut patah dan lebih rapuh.

    Anda sangat disarankan untuk mencopot jepit rambut di rambut palsu ini sebelum tidur. Ketika mencopotnya pun harus dilakukan dengan perlahan dan tidak dengan menarik rambut agar rambut asli Anda tidak rontok dan rusak. Beberapa pengguna rambut palsu yang dipasang dengan jepit rambut juga bisa mengalami gatal di kulit kepala hingga reaksi dermatitis kontak. 

    Anda sebaiknya menghentikan pemakaian jepit rambut ini jika menemui tanda-tanda kerontokan rambut, seperti nyeri akibat rambut asli tertarik jepit rambut, sakit seperti menyengat di kulit kepala, atau kulit kepala menjadi kering dan berkerak. 

    Supaya meminimalisir kerusakan rambut akibat penggunaan jepit rambut, berikut ini beberapa tips yang aman saat menggunakannya. 

    - Gunakan jepit rambut dengan ujung yang terbuat dari silikon atau karet sehingga tidak terasa tajam dan kemungkinan kecil untuk melukai kulit kepala Anda.
    - Lepaskan jepit rambut sebelum Anda tidur. Tertidur dengan rambut yang terjepit dapat membuat helai rambut lebih rapuh dan kulit kepala rawan terluka.
    - Jika Anda menggunakan jepit rambut untuk mengeriting rambut, jangan terlalu lama meniupnya dengan hair dryer. Jepit rambut yang terbuat dari besi akan menyimpan panas yang tetap bertahan bahkan setelah alat pengering rambut itu dimatikan sehingga rambut bisa rusak dan kering sehingga terlihat pecah-pecah.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.