Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Alyssa Milano Masih Rasakan Gejala Covid-19, Salah Satunya Rambut Rontok

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Alyssa Milano. Instagram.com/@milano_alyssa
Alyssa Milano. Instagram.com/@milano_alyssa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Alyssa Milano semakin berterus terang tentang gejala virus corona baru atau Covid-19 yang dialaminya. Bintang serial telisi Melrose Place itu membagikan video yang menunjukkan jumlah rambutnya yang rontok yang dialaminya sebagai long hauler. Istilah profesional medis yang digunakan untuk merujuk pada seseorang yang menderita gejala COVID-19 jangka panjang.

"Kupikir aku akan menunjukkan apa yang dilakukan #Covid19 pada rambutmu," kata Milano pada video yang diunggah Minggu 9 Agustus 2020, seperti dilansir dari laman People. "Tolong anggap ini serius. #WearADamnMask #LongHauler."

Dalam rekaman tersebut, Milano menyisir rambutnya dengan sisir detangler untuk memperlihatkan gumpalan rambut yang rontok di setiap sapuan. “Sekali menyikat, ini adalah rambut rontok saya akibat COVID-19,” katanya sambil mengangkat sedikit rambut.

Rambut rontok adalah salah satu gejala yang dilaporkan oleh mantan pasien virus corona dalam survei yang dilakukan oleh Dr. Natalie Lambert dari Fakultas Kedokteran Universitas Indiana dengan Survivor Corps, sebuah gerakan akar rumput yang membantu mendidik para penyintas COVID-19 dan menghubungkan mereka dengan sumber daya. Dalam survei terhadap lebih dari 1.500 orang, lebih dari 400 partisipan mengatakan bahwa mereka mengalami kerontokan rambut sebagai bagian dari pemulihan mereka.

Sebelumnya, Alyssa Milano mengungkapkan "banyak gejala" yang masih dia alami ketika dia berbagi foto selfie dari rumah sakit, mengungkapkan kepada pengikutnya bahwa dia dirawat di ruang gawat darurat setelah merasakan sesak napas di dadanya.

"Saya sakit parah dengan Covid19 pada bulan April. Saya masih memiliki banyak gejala, yang mereka sebut 'long hauler'," tulisnya. "Tadi malam, dada saya terasa berat. Saya pergi ke UGD hanya untuk memastikan itu bukan gumpalan darah. Untungnya, bukan."

"Virus ini menyebalkan. Tolong anggap serius," tambah aktris itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aktris berusia 47 tahun itu, pertama kali berbagi perjuangannya dengan gejala COVID-19 pada hari Kamis 6 Agustus 2020 ketika dia mengumumkan bahwa dia telah dites positif untuk dites positif antibodi COVID-19, meskipun ia sempat dites negatif pada bulan Maret ketika dia"pada dasarnya memiliki setiap gejala COVID."

"Semuanya sakit. Kehilangan penciuman. Rasanya seperti seekor gajah duduk di dada saya. Saya tidak bisa bernapas. Saya tidak bisa menyimpan makanan di dalam diri saya. Berat saya turun 9 pon dalam 2 minggu," kenangnya dalam sebuah posting Instagram. "Saya bingung. Demam ringan. Dan sakit kepalanya sangat parah."

Milano menjelaskan bahwa dia telah dites negatif untuk virus corona dua kali pada akhir Maret dan menerima hasil negatif dalam tes antibodi COVID-19 - yang dilakukan dengan tusukan jari - setelah dia "merasa sedikit lebih baik."

Namun, aktris itu terus mengalami "gejala yang menetap," yang dia gambarkan sebagai "vertigo, kelainan perut, menstruasi tidak teratur, jantung berdebar-debar, sesak napas, tidak ada ingatan jangka pendek, dan malaise umum."

Setelah Milano memutuskan untuk melakukan tes antibodi lagi di laboratorium tempat pengambilan darah, bintang tersebut mengetahui bahwa dia memiliki antibodi COVID-19. “Saya juga ingin kamu tahu, penyakit ini bukan hoax. Saya kira saya sedang sekarat. Rasanya saya sedang sekarat,” ujarnya. "Tolong jaga dirimu baik-baik. Silakan cuci tangan dan kenakan masker dan jarak sosial. Aku tidak ingin ada yang merasakan apa yang kurasakan."

Tes positif antibodi COVID-19 menunjukkan bahwa seseorang telah terpapar virus corona baru. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah memperingatkan bahwa tes antibodi yang tersedia saat ini mungkin tidak akurat dan tidak boleh digunakan untuk menentukan apakah seseorang kebal terhadap COVID-19.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sri Mulyani Bungkam saat Ditanya Kenaikan Harga Obat di Indonesia

22 jam lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani. TEMPO/Nandito Putra
Sri Mulyani Bungkam saat Ditanya Kenaikan Harga Obat di Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak bersedia menjelaskan harga obat di Indonesia terus meningkat.


Istilah yang Populer Saat Pandemi Covid-19, mulai Anosmia, Long Covid, hingga Komorbid

2 hari lalu

Tenaga medis memeriksa tekanan oksigen kepada pasien Covid-19 di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Kramat Jati, Jakarta, 8 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Istilah yang Populer Saat Pandemi Covid-19, mulai Anosmia, Long Covid, hingga Komorbid

Apa itu Anosmia, Long Covid, dan Komorbid yang sangat akrab di telinga pada masa pandemi Covid-19?


Waspada Radang Tenggorokan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

4 hari lalu

Banyak cara dilakukan orang untuk meringankan radang tenggorokan, seperti berkumur dengan larutan air garam, atau mengonsumsi permen pelega tenggorokan. Namun, langkah itu hanya melegakkan tenggorokan.
Waspada Radang Tenggorokan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Penting untuk selalu waspada dan jeli terhadap gejala-gejala yang menyertai radang tenggorokan. Bisa jadi gejala penyakit serius.


Jokowi Buka Rakernas APKASI 2024, Singgung RI Mampu Hadapi Tantangan Berat 5 Tahun Terakhir

5 hari lalu

Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka turut mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2024. Foto Sekretariat Presiden
Jokowi Buka Rakernas APKASI 2024, Singgung RI Mampu Hadapi Tantangan Berat 5 Tahun Terakhir

Jokowi membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah kabupaten Seluruh Indonesia 2024. Singgung soal tantangan 5 tahun terakhir.


Berencana Beli KRL Cina, PT KAI Ajukan PMN Rp 1,8 Triliun

5 hari lalu

Suasana di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2024. Pemerintah berencana akan menaikan tarif kereta Commuteline Jabodetabek pada tahun ini. Rencana penyesuaian tarif KRL Commuterline ini sudah dibahas dengan Kementerian Perhubungan, termasuk potensi tarif menjadi naik. Tarif dasar diusulkan naik sebesar Rp2.000, atau jadi Rp5.000 untuk 25 kilometer pertama. Sementara tarif lanjutan 10 kilometer berikutnya tidak naik, atau tetap Rp1.000. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Berencana Beli KRL Cina, PT KAI Ajukan PMN Rp 1,8 Triliun

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar RP 1,8 triliun untuk tahun depan. Berencana beli KRL dari Cina.


CekFakta #267 AS Terbukti Menggunakan Hoaks Propaganda Anti-vaksin Selama Pandemi Covid-19

9 hari lalu

Ilustrasi - Vaksin COVID-19 buatan CanSinoBIO . (ANTARA/Shutterstock)
CekFakta #267 AS Terbukti Menggunakan Hoaks Propaganda Anti-vaksin Selama Pandemi Covid-19

laporan investigasi Reuters menguak jahatnya operasi militer Amerika Serikat yang sengaja menebar hoaks agar orang-orang tak mau divaksin.


PPKM Darurat 3 Tahun Lalu: Masih Ingat Pembatasan Ketat dan Aturan Makan dan Minum di Restoran?

10 hari lalu

Suasana salah satu restoran di sebuah pusat perbelanjaan di Tajur, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, 24 Agustus 2021. Pada PPKM Level 3 di Jabodetabek, pemerintah masih menerapkan pembatasan kapasitas dan waktu layanan makan di tempat. ANTARA/Arif Firmansyah
PPKM Darurat 3 Tahun Lalu: Masih Ingat Pembatasan Ketat dan Aturan Makan dan Minum di Restoran?

Pemerintah memutuskan untuk menerapkan PPKM Darurat di Wilayah Jawa dan Bali mulai 3 Juli 2021. Masih ingat pembatasan dan aturannya?


Kilas Balik PPKM Darurat Jawa-Bali 3 Tahun Lalu yang Mampu Ubah Pola Hidup Masyarakat

10 hari lalu

Petugas Satpol PP melakukan razia masker di depan Stasiun Klender, Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022. Pemerintah memastikan akan terus memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) se-Indonesia hingga waktu yang belum ditentukan. Untuk PPKM Jawa-Bali diperpanjang hingga 23 Mei 2022. TEMPO/Muhammad Hidayat
Kilas Balik PPKM Darurat Jawa-Bali 3 Tahun Lalu yang Mampu Ubah Pola Hidup Masyarakat

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola hidup masyarakat secara signifikan. Penerapan PPKM di Jawa dan Bali pun diberlakukan mulai 3 Juli 2021.


Kunjungan Wisatawan Mancanegara Meningkat Tahun Ini, Tertinggi Sejak Covid-19

13 hari lalu

Penumpang berjalan setibanya di Terminal Kedatangan Domestik di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu, 27 Mei 2023. Gubernur Bali I Wayan Koster menilai harga tiket pesawat udara saat ini masih mahal sehingga menghambat pemulihan arus kedatangan wisatawan domestik ke Pulau Bali pascapandemi. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Meningkat Tahun Ini, Tertinggi Sejak Covid-19

BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sejak Januari-Mei 2024 mencapai 5,2 juta orang, akumulasi tersebut tertinggi sejak pandemi Covid-19


Pakar Ingatkan Perkembangan Kasus Bakteri Pemakan Daging dan Upaya Pencegahan

14 hari lalu

Bakteri pemakan daging Vibrio vulnificus. Kredit: Wikipedia
Pakar Ingatkan Perkembangan Kasus Bakteri Pemakan Daging dan Upaya Pencegahan

Pakar kesehatan mengatakan bakteri pemakan daging bisa menyebar dengan cepat dan menimbulkan kematian hanya dalam waktu 48 jam.