Unsalted Butter untuk MPASI, Ini 5 Manfaatnya untuk Tubuh Bayi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Butter. Unsplash.com/Sorin Gheorghita

    Ilustrasi Butter. Unsplash.com/Sorin Gheorghita

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi para ibu yang mulai memberikan MPASI untuk putra putrinya kerap disarankan untuk memberi tambahan lemak, salah satunya dari unsalted butter. Pada dasarnya unsalted butter merupakan mentega yang terbuat dari susu sapi yang dipisahkan dengan kandungan lainnya sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas.

    Hal yang membedakan adalah pada kandungan garam. Unsalted butter tidak ditambah dengan garam sehingga rasanya tawar, sementara mentega tanpa embel-embel unsalted mengandung 90 gram garam per satu sendok teh sehingga rasanya asin. Penambahan garam bukan hanya bertujuan memberi rasa asin tapi juga meningkatkan masa simpan alias membuatnya lebih awet. Karena unsalted butter tidak mengandung garam, tidak heran bila rasanya lebih segar, namun tanggal kadaluwarsanya lebih cepat dibanding mentega biasa.

    Selain soal penambahan garam tersebut, tidak ada perbedaan lain pada unsalted dan salted butter. Keduanya sama-sama mengandung 100 kalori dan 12 gram lemak dengan 7 gram di antaranya adalah lemak jenuh. Bagi anak berusia di bawah 2 tahun membutuhkan makanan penuh lemak, sekalipun dengan kadar saturated fat yang cukup tinggi seperti butter ini.

    Terkait jumlah pemberian unsalted butter, Akademi Kedokteran Anak Amerika Serikat (AAP) menyarankan untuk tidak membatasi pemberian lemak tambahan. Namun Departemen Kesehatan Australia menyarankan unsalted butter untuk bayi sebaiknya diberikan sekali-sekali saja, bukan setiap hari dalam jangka waktu yang panjang. Anda dapat memberi 1 sendok teh unsalted butter per 120 ml makanan bayi. Anda juga dapat menggunakan unsalted butter yang sudah dikemas per blok atau single serving yang lebih praktis.

    ADVERTISEMENT

    Sebagai alternatif lemak tambahan, Anda juga dapat menggunakan margarin atau minyak nabati dengan takaran yang disesuaikan. Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi mengenai porsi pemberian lemak tambahan, terutama jika anak Anda memiliki masalah kesehatan tertentu.

    Dari segi rasa, pemberian unsalted butter untuk bayi akan membuat rasa makanan lebih beraroma dan lebih lezat. Selain itu, lemak tambahan ini dapat menjadi sumber kalori bagi bayi, membuat Si Kecil merasa kenyang, sekaligus membantu tubuhnya menyerap vitamin dan mineral.

    Selain itu, unsalted butter untuk bayi juga memiliki berbagai manfaat lain, seperti:
    - Membantu otak dan sistem saraf tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usia bayi
    - Membuat tubuh lebih mudah menyerap vitamin A, D, E, K
    - Menjadi pondasi pembentukan hormon
    - Memisahkan jaringan sistem saraf di seluruh tubuh
    - Membantu bayi cepat kenyang sehingga mereka tidak makan berlebihan dan menjadi kegemukan. 

    Unsalted butter dapat menjadi alternatif yang aman bagi MPASI bayi dibanding salted butter alias mentega biasa. Pasalnya bayi di bawah 1 tahun sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 1 gram garam per hari sehingga Anda sebisa mungkin tidak menambahkan zat yang mengandung sodium tersebut ke dalam makanan bayi. Sedangkan pada anak yang berusia 1-3 tahun, garam bisa diberikan asal tidak lebih dari 2 gram per hari. Konsumsi garam berlebihan dikhawatirkan membebani ginjal bayi yang akan menimbulkan masalah kesehatan pada anak di kemudian hari.

    Tapi, unsalted butter juga bisa menimbulkan reaksi alergi terutama pada bayi yang sangat sensitif terhadap susu sapi, karena kandungan kasein (protein) di dalam susu. Bila bayi memiliki riwayat ini, sebaiknya pilih jenis lemak tambahan dari sumber yang lain. Anda juga sebaiknya mengevaluasi pemberian unsalted butter untuk bayi bila ia menunjukkan tanda-tanda alergi. Bayi yang mengalami alergi biasanya menunjukkan tanda-tanda, seperti keluar bintik kemerahan, merasa gatal, maupun sering bersin-bersin.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.