Jangan Asal Pilih, Ragam Makanan Ini Mengandung Lemak Jahat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir semua orang tahu jika makan terlalu banyak lemak tidak baik untuk kesehatan Anda. Namun kadang Anda masih bingung membedakan lemak baik dan jahat. 

    Lemak berasal dari hewan dan tumbuhan, dan kemudian ada kolesterol. Satu hal yang sama-sama dimiliki oleh semua lemak adalah jumlah kalori yang dihasilkan di dalam tubuh Anda yaitu, sembilan per gram lemak yang dikonsumsi.

    Melansir laman Everyday health, Rabu 17 Juni 2020 terdapat satu gram protein setara dengan empat kalori dan satu gram karbohidrat juga empat kalori dan merupakan jumlah total kalori yang kita butuhkan yakni 9 kalori. Sementara protein 4 gram dan karbohidrat 4 gram.

    Tetapi harap dicatat dengan baik bahwa setiap gram lemak menyediakan lebih dari dua kali jumlah kalori seperti halnya protein atau karbohidrat. Jadi sebagai tambahan, Anda dapat dengan mudah melihat bahwa mengurangi lemak lebih bermanfaat berdasarkan gram daripada mengurangi makanan lain.

    Lemak terdiri dalam dua jenis utama yakni buruk dan baik dan setiap jenis memiliki dua subtipe. Lemak buruk jenuh dan trans, yang cenderung padat pada suhu kamar seperti mentega dan lemak baik adalah mono-tak jenuh dan poli-tak jenuh, yang cenderung cair pada suhu kamar (minyak nabati).

    Jadi, jika Anda benar-benar dapat melihat lemak, seperti ketika Anda berbelanja, mudah untuk mengatakan yang buruk (bentuknya padat) dan baik (bentuknya cair). Masalahnya adalah Anda tidak selalu langsung bisa melihat, itulah sebabnya Anda harus membaca label.

    Kita bisa makan kolesterol yang berasal dari makanan hewani seperti daging, produk susu dan telur. Kolesterol jahat (LDL) dikaitkan dengan penyakit jantung dan arteri (serangan jantung, stroke, dan pengerasan pembuluh darah). Kolesterol baik (HDL) sebenarnya mengambil kolesterol dari arteri Anda dan membawanya ke hati untuk pencernaan dan pembuangan.

    Lemak jahat (jenuh dan trans) meningkatkan kadar kolesterol jahat. Selain itu, makanan yang mengandung lemak jahat juga cenderung tinggi kolesterol dan lemak trans juga menurunkan kolesterol baik. Lemak baik tidak meningkatkan kolesterol jahat dan, jika dimakan dalam jumlah sedang, sebenarnya bermanfaat.

    Makanan apa yang mengandung lemak jenuh dan trans yang buruk? Lemak jenuh paling sering berasal dari sumber hewani: daging dan produk susu (ini juga mengandung kolesterol). Beberapa minyak nabati, seperti kelapa sawit dan kelapa) mengandung lemak jenuh (tidak mengandung kolesterol). Minyak ini merupakan pengecualian dari aturan yang disebutkan di atas bahwa lemak yang tampak cair selalu baik.

    Lemak jenuh juga dapat ditambahkan dalam makanan olahan seperti kue, kue, pai, keripik, mentega dan saus salad (termasuk mayones). Harap juga diingat bahwa es krim adalah produk susu yang mengandung banyak lemak jenuh.

    Lemak trans hampir selalu buatan manusia yang terdaftar di label makanan sebagai minyak sayur terhidrogenasi. Karena lemak trans jahat dan tersembunyi (buatan manusia dan ditambahkan ke makanan olahan sehingga Anda tidak bisa melihatnya), baru-baru ini ada banyak upaya untuk menghilangkannya.

    Jenis makanan yang paling mungkin mengandung lemak trans adalah kue, kue, biskuit, pai, margarin, kentang goreng, makanan goreng, keripik, shortening, sereal, dan permen.

    Contoh makanan tinggi lemak tak jenuh tunggal termasuk minyak nabati seperti minyak zaitun, minyak canola, minyak kacang, minyak bunga matahari dan minyak wijen. Sumber lain termasuk alpukat, selai kacang, dan banyak kacang-kacangan dan biji-bijian.

    Makanan tinggi lemak tak jenuh ganda termasuk sejumlah minyak nabati, termasuk minyak kedelai, minyak jagung, serta ikan berlemak seperti salmon, mackerel, herring dan trout. Sumber lain termasuk beberapa kacang dan biji. Asam lemak omega-3 dan 6 adalah minyak tak jenuh ganda yang terkandung dalam ikan berlemak.

    Singkatnya, lemak jahat adalah lemak jenuh (yang mungkin juga mengandung kolesterol) dan lemak trans, keduanya meningkatkan kolesterol jahat. Lemak jenuh cenderung padat pada suhu kamar dan mudah dilihat ketika dalam bentuk padat, tetapi juga bisa disembunyikan di banyak makanan olahan. Lemak baik tidak jenuh, cenderung cair pada suhu kamar dan cenderung ditemukan pada sayuran (termasuk kacang-kacangan dan biji-bijian) dan pada beberapa ikan.

    Baca juga: Cara Mudah Mengecek Kandungan Lemak Jenuh dalam Minyak Goreng


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.