Kerap Mual Setelah Makan, Alergi, Keracunan atau Maag

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa orang kerap merasakan mual setelah makan. Mual bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari sejumlah kondisi medis. Perut mual setelah makan yang muncul sesekali dan terjadi akibat makan berlebihan merupakan hal yang normal. Tapi jika muncul dalam jangka waktu yang lama, perut mual setelah makan bisa menandakan suatu gangguan medis.

    Biasanya, mual setelah makan disertai oleh pusing, perut kembung, sakit perut, dan perasaan tidak enak badan lainnya. Ada berbagai penyebab kondisi ini dapat terjadi, dan itu tidak selalu berasal dari makanan yang baru saja Anda makan. Mual setelah makan dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain akibat stres, keracunan makanan, masalah pencernaan, sakit maag, atau kondisi medis lainnya. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai penyebab perut mual setelah makan.

    Penyebab mual setelah makan

    1. Alergi makanan

    Salah satu penyebab mual setelah makan adalah alergi makanan yang Anda makan. Ya, beberapa jenis makanan tertentu, seperti kerang, udang, kacang-kacangan, telur, dan lainnya dapat memicu alergi. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang memicu alergi, sistem imun tubuh akan melepaskan histamin dan zat kimia lainnya. Zat kimia tersebut yang akan menimbulkan gejala alergi, berupa rasa gatal, mulut atau bibir bengkak, hingga perut mual setelah makan makanan tersebut.

    2. Keracunan makanan

    Penyebab perut mual setelah makan bisa jadi indikasi Anda mengalami keracunan makanan. Keracunan makanan dapat terjadi ketika makanan yang Anda konsumsi sudah terkontaminasi bakteri, virus, dan parasit akibat tidak ditangani dengan benar. Mulai dari proses pemilihan bahan makanan, proses memasak, dan penyajian makanan.

    Gejala keracunan makanan biasanya muncul dalam hitungan jam, hari, bahkan minggu setelah mengonsumsi makanan yang mengandung kuman atau mikroba. Umumnya, keracunan makanan akan ditandai dengan rasa mual, diare, kram perut, atau nyeri setelah makan.

    3. Gastroenteritis

    Gastroenteritis atau dikenal dengan flu perut adalah infeksi pencernaan yang dapat mengakibatkan Anda mual setelah makan. Infeksi dapat terjadi karena mengonsumsi makanan yang sudah tercemar oleh virus atau bakteri (seperti E.coli, Salmonella, dan Campylobacter) sehingga menyebabkan peradangan dan muncul gejala mirip keracunan makanan. Selain mual setelah makan, Anda juga akan mengalami muntah, perut kram, hingga diare. 

    4. Gastritis

    Gastritis atau yang juga dikenal sebagai penyakit maag adalah kondisi peradangan pada dinding lambung yang dapat menyebabkan perut mual setelah makan. Meski mual dapat terjadi kapan saja, umumnya perut akan terasa mual dan tidak nyaman sesaat setelah makan. Tak hanya perut mual setelah makan, gastritis juga membuat Anda merasa sakit perut, perut kembung, dan muntah.

    5. Tukak lambung

    Jika Anda sering mengalami mual setelah makan, bisa jadi ini merupakan kondisi iritasi atau luka yang muncul di dalam dinding lambung, tepatnya pada esofagus bagian bawah atau duodenum (bagian atas usus halus). Kondisi tersebut dikenal dengan tukak lambung atau ulkus lambung.

    Tukak lambung dapat disebabkan oleh adanya peradangan yang ditimbulkan oleh bakteri H. pylori serta adanya pengikisan jaringan yang disebabkan oleh asam lambung. Selain itu, konsumsi obat-obatan antiradang dalam jangka waktu yang panjang juga menjadi penyebab tukak lambung lainnya. Gejala tukak lambung, di antaranya perut kembung dan mual setelah makan serta sensasi terbakar pada area perut.

    6. Acid reflux atau asam lambung naik ke tenggorokan

    Jika Anda mengalami sensasi terbakar di perut atau dada disertai perut mual setelah makan, maka ini bisa jadi indikasi heartburn atau nyeri ulu hati. Heartburn dapat terjadi ketika asam lambung naik ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi dan sensasi terbakar (acid reflux). Selain perut mual setelah makan, gejala heartburn umumnya berbarengan dengan sendawa terus menerus, perut kembung, dan nyeri perut bagian atas.

    7. Kehamilan

    Salah satu tanda paling awal bahwa Anda hamil adalah timbulnya rasa tidak nyaman di perut dan mual. Gejala ini sering terjadi pada bulan-bulan awal usia kehamilan Anda. Penyebab muntah dan mual setelah makan pada kehamilan dapat disebabkan oleh perubahan hormon pada wanita hamil. Bahkan, terkadang bau atau rasa makanan tertentu juga sudah cukup membuat ibu hamil merasa mual. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini bersifat sementara dan tidak membahayakan Anda dan sang jabang bayi.

    8. Stres dan cemas berlebihan

    Stres nyatanya tidak hanya memengaruhi emosi, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik Anda. Akibatnya, Anda mungkin merasa tidak enak badan, termasuk perut mual setelah makan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell and Tissue Research mengungkapkan bahwa tekanan psikologis dapat berdampak buruk pada fungsi berbagai organ pencernaan. Maka dari itu, stres dan cemas berlebihan dapat membuat Anda jadi mual setelah makan.

    9. Efek samping konsumsi obat-obatan

    Penyebab mual setelah makan lainnya adalah efek samping konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antibiotik, obat pereda nyeri, atau obat kemoterapi.

    Jika Anda seringkali mual setelah makan, Anda dapat mengurangi frekuensi timbulnya kondisi ini dengan beberapa cara mencegah mual setelah makan berikut ini:
    - Makan dalam porsi lebih kecil, tetapi frekuensinya lebih sering
    - Makan dan minum tidak terburu-buru
    - Makan makanan yang mudah dicerna, seperti biskuit tanpa rasa, roti panggang, atau nasi putih
    - Batasi minum air putih saat sedang makan. Sebaiknya, minum air putih sebelum dan setelah makan dengan jarak waktu yang cukup
    - Hindari makan makanan berminyak dan makanan pedas
    - Hindari konsumsi makanan tinggi serat dan susu
    -Setelah makan, sebaiknya jangan langsung beraktivitas atau berkendara. Istirahatlah sejenak dalam posisi duduk

    Pada dasarnya, mual setelah makan bukan merupakan kondisi yang perlu dikhawatirkan apabila terjadi hanya satu kali. Namun, segera periksakan diri ke dokter jika mual setelah makan terjadi terus menerus dan disertai dengan gejala-gejala seperti nyeri dada, muntah parah, diare yang berlangsung selama beberapa hari, sakit perut yang tak tertahankan, dehidrasi parah dengan gejala pusing, lemas, tidak buang air kecil, dan urine berwarna gelap, demam lebih dari 38 derajat Celsius, detak jantung meningkat, merasa kebingungan, muncul darah pada muntah atau feses.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.