Mirip, Begini Membedakan Bad Mood dan Mual karena PMS dan Hamil

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita PMS. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita PMS. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan yang sedang hamil dan menjelang menstruasi atau premenstrual syndrom atau PMS sering kali menunjukkan gejala yang sama, mual dan bad mood. Hal itu terjadi karena hormon di tubuh sama-sama fluktuatif. Bagaimana membedakannya? 

    Biasanya, tanda-tanda PMS terjadi satu minggu sebelum haid. Ketika menstruasi telah tiba, tanda-tanda PMS akan hilang dengan sendirinya. Namun, perlu diingat bahwa tanda-tanda PMS dan kehamilan pada setiap perempuan bisa berbeda satu dan lainnya.

    Jika seseorang mengalami tanda-tanda PMS namun sedang menjalani program hamil, satu-satunya cara tercepat dan efektif untuk mengetahui hamil atau tidak adalah lewat test pack.

    Namun apabila belum sempat melakukannya, berikut ini ada beberapa perbandingan kemiripan tanda-tanda PMS dan kehamilan.

    1. Perubahan mood

    PMS: Sudah bukan rahasia lagi bahwa orang yang sedang PMS bisa mengalami perubahan mood secara mendadak, mulai dari mudah marah, cemas, atau sensitif hingga menangis. Bagi mereka yang mengalami hal ini, sebisa mungkin alihkan energi untuk olahraga dan cukup tidur sehingga mood lebih terjaga.

    Kehamilan: Sementara pada individu yang tengah hamil, perubahan mood bisa terjadi terus-menerus sepanjang kehamilan. Bisa merasa senang, sedih, atau sensitif.

    Penting untuk mengingat bahwa baik pada perempuan yang sedang PMS maupun hamil, mood yang tidak bisa dikendalikan lagi bisa jadi tanda-tanda depresi. Jangan tunda berkonsultasi kepada pakarnya jika hal ini terjadi.

    2. Nyeri payudara

    PMS: Beberapa hari jelang jadwal haid, perempuan bisa merasa payudaranya lebih sensitif. Rasa sensitif ini akan semakin meningkat ketika jadwal haid semakin dekat.

    Kehamilan: Meningkatnya hormon tak hanya membuat perubahan payudara saat hamil saja, tapi juga sensitivitasnya meningkat. Biasanya, kondisi ini terasa sekitar 1-2 minggu setelah bercinta. Ketika hormon progesteron menurun, baru payudara terasa lebih normal.

    3. Kelelahan

    PMS: Sangat umum ketika perempuan merasa kelelahan hingga sulit tidur nyenyak beberapa hari jelang haid. Namun ketika haid tiba, tanda-tanda PMS ini akan hilang dengan sendirinya.

    Kehamilan: Pada ibu hamil, meningkatnya hormon progesteron dapat memicu rasa lelah, terutama ketika trimester pertama. Untuk itu, pastikan selalu menjaga kualitas tidur dan asupan nutrisi.

    4. Mual

    PMS: Mual hingga muntah-muntah bukan merupakan tanda-tanda PMS. Meski demikian, perempuan bisa merasakan rasa tidak nyaman pada perutnya beberapa hari jelang haid.

    Kehamilan: Salah satu ciri-ciri kehamilan adalah mual dan muntah, dialami hampir oleh sebagian besar ibu hamil. Istilahnya adalah morning sickness meski tidak selalu terjadi hanya di pagi hari. Meski demikian, tidak semua ibu hamil mengalami tanda-tanda ini.

    5. Keluar darah

    PMS: Beberapa hari sebelum jadwal haid tiba, seorang perempuan tidak akan mengalami keluar darah atau spotting. Darah baru akan keluar ketika jadwal haid tiba dengan rentang waktu sekitar 5 hingga 7 hari.

    Kehamilan: Sementara pada kehamilan, ciri-ciri awal adalah munculnya flek berwarna merah muda atau kecokelatan. Biasanya, flek ini muncul di hari ke-10 hingga hari ke-14 setelah pembuahan terjadi. Meski demikian berbeda dengan haid, flek ini volumenya hanya sedikit.

    6. Mudah lapar

    PMS: Beberapa hari jelang haid, bisa saja seseorang merasa lebih lapar atau nafsu makannya meningkat. Biasanya, keinginan untuk makan ini lebih kepada camilan seperti cokelat, kue, atau justru makanan gurih.

    Kehamilan: Pada ibu hamil, rasa mudah lapar biasanya hanya pada makanan-makanan tertentu. Sebaliknya, mereka juga bisa merasa sama sekali tidak tertarik makan atau kehilangan nafsu makan.

    7. Kram

    PMS: Perut kram juga merupakan tanda-tanda PMS yang bisa terjadi pada 24-48 jam sebelum haid. Namun ketika haid tiba, rasa kram ini akan menghilang dengan sendirinya.

    Kehamilan: Pada kehamilan trimester awal, rasa kram perut bisa muncul namun hanya dalam level ringan. Umumnya, kram ini terjadi pada perut bagian bawah atau punggung.

    Ingat, bagi mereka yang pernah mengalami keguguran, jangan abaikan gejala ini. Segera konsultasikan kepada dokter kandungan untuk tahu apakah kram perut ini berbahaya atau tidak.

    Apabila merasakan tanda-tanda PMS yang sangat mirip dengan kehamilan, sebaiknya segera memastikan dengan mengecek test pack atau ke dokter. Jika jadwal haid Anda teratur, mencatat siklus juga bisa membantu mengidentifikasi apakah ini tanda-tanda haid atau hamil.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.