Upaya Kemenko PMK Cegah Kekerasan Perempuan, Kembali ke Keluarga

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta memasang spanduk di pagar Jembatan Penyeberangan Orang pada peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 8 Maret 2020. Peringatan ini digelar di sejumlah daerah di Indonesia dan di dunia. TEMPO/Muhammad Iqbal

    Peserta memasang spanduk di pagar Jembatan Penyeberangan Orang pada peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 8 Maret 2020. Peringatan ini digelar di sejumlah daerah di Indonesia dan di dunia. TEMPO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Data kekerasan terhadap perempuan di Indonesia terus meningkat selama lebih dari satu dekade terakhir. Selama 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792 persen atau delapan kali lipat.

    Komisioner Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin mengatakan dapat diartikan bahwa dalam situasi yang sebenarnya, kondisi perempuan di Indonesia jauh mengalami kehidupan yang tidak aman. Catatan memprihatinkan terhadap anak khususnya anak perempuan melonjak sebanyak 2.341 kasus, tahun sebelumnya meningkat sebanyak 1.417 kasus dari kenaikan tahun lalu sebanyak 65 persen.

    "Kenaikan 65 persen kekerasan terhadap anak perempuan menjadi pertanyaan besar bagi Komnas Perempuan," kata Mariana dalam Catatan Tahunan 2020 Komnas Perempuan di Jakarta Jumat, 6 Februari 2020.

    Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Ghafur Dharmaputra menanggapi jika persoalan kekerasan yang dialami anak dan perempuan menjadi prioritas pihaknya. 

    Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Ghafur Dharmaputra usai ditemui di acara Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan di Jakarta, Jumat 6 Maret 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    "Catatan dari Komnas Perempuan akan menjadi data kami untuk memprioritaskan kekerasan yang dialami oleh anak dan perempuan," ucap Ghafur usai ditemui di acara Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan.

    Ghafur menambahkan pihaknya telah mempunyai beberapa aksi untuk mencegah semakin banyaknya angka kekerasan. Salah satunya meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak. Selama ini menurut Ghafur komunikasi antara anak dan orang tua terhalang oleh gawai masing-masing. "Gerakan kembali ke meja makan yang kami gagas ditujukan untuk semua keluarga. Jadi ada alokasi khusus waktu agar antara orang tua dengan anak bisa berkumpul di meja makan," ucap Ghafur.

    Selain makan bersama, lanjut Ghafur tetapi ada momen-momen kebersamaan orang tua bicara lebih akrab dengan anak. "Kalau dibiasakan anak akan punya kebiasaan cerita dan minta pandangan terhadap orang tua mereka," ucapnya.

    Sementara itu dalam ranah lainnya, Kemenko PMK juga bekerja sama dengan berbagai sektor dan lembaga. Salah satunya dengan BKKBN yang banyak mengulas masalah keluarga lebih detail dan tepat sasaran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.