Tinta Cumi-cumi Ternyata Menyimpan Khasiat untuk Lawan Kanker dan Tukak Lambung

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olahan cumi-cumi. Unsplash.com/Jesse Hanley

    Olahan cumi-cumi. Unsplash.com/Jesse Hanley

    TEMPO.CO, Jakarta - Cumi-cumi memiliki tinta hitam dalam tubuhnya. Hewan ini menyemprotkan tinta saat dalam keadaan bahaya untuk mengaburkan indra penglihatan predator. Tinta cumi mengandung banyak senyawa unik. Misalnya, melanin, polisakarida, katekolamin, dan logam.

    Tinta hitam ini juga menyimpan asam amino di dalamnya. Mulai dari asam glutamat, taurin, alanin, leusin, hingga aspartat. Selama berabad-abad, manfaat tinta cumi-cumi telah berperan dalam pengobatan tradisional, menulis, membuat lukisan, dan sebagai aditif makanan seperti pasta, saus, dan nasi.

    Rasa tinta cumi-cumi bisa berbeda-beda pada tiap orang. Beberapa orang mengatakan rasanya sangat asin seperti air garam. Lalu ada pula sebagian yang mengatakan kalau tinta ini kurang lezat di lidah. Namun kini  tinta cumi telah menjadi tren makanan hitam yang banyak digemari oleh orang-orang. Bahkan sejumlah penelitian telah menelaah manfaat tinta cumi untuk kesehatan.

    Berikut adalah beberapa kebaikan yang tersimpan dalam tinta cumi-cumi

    1. Mencegah plak gigi
    Tinta cumi memiliki sifat antimikroba terhadap bakteri patogen yang memicu penyakit pada manusia. Sebuah studi menemukan bahwa ekstrak tinta cumi dapat menetralkan bakteri penyebab plak gigi. Beberapa contoh bakteri tersebut meliputi Streptococcus mutans, Candida albicans, Actinomyces viscosus, dan Lactobacillus acidophilus.

    2. Melawan kanker
    Kandungan antioksidan yang kuat dalam tinta cumi diduga dapat berperan untuk melawan kanker. Sejumlah studi melihat bahwa tinta ini mampu mengurangi ukuran tumor sekaligus penyebaran sel-sel kanker.

    Tak hanya itu, zat polisakarida dalam tinta cumi diketahui bisa melindungi tubuh dari efek samping kemoterapi. Disebutkan juga bahwa tinta cumi dapat meningkatkan kadar eritrosit, leukosit, dan haemoglobin pada orang yang mengalami efek samping kemoterapi.

    3. Punya efek antioksidan
    Melanin yang ada dalam tinta cumi memiliki sifat antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh. Telah lama diketahui bahwa radikal bebas mampu memicu munculnya beragam penyakit. Contohnya, penyakit jantung, diabetes, dan kanker. 

    4. Menurunkan tekanan darah
    Manfaat tinta cumi lainnya adalah dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian tertentu mengindikasikan bahwa ada senyawa tertentu dalam tinta ini yang diduga mampu merangsang agar pembuluh darah melebar. Hal ini kemudian bisa menurunkan tekanan darah. 

    5. Mengatasi tukak lambung
    Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan memperlihatkan bahwa tinta cumi dapat menurunkan produksi asam lambung. Kebaikan tersebut menciptakan manfaat tinta cumi yang diduga baik untuk mengatasi tukak lambung. Pasalnya, kadar asam lambung yang terlalu banyak bisa menjadi salah satu faktor risiko dari terbentuknya tukak ini.

    Tak semua orang menyukai tinta cumi. Sebagian orang lebih suka membuangnya ketika memasak cumi-cumi karena dianggap sebagai limbah. Meski begitu, tinta cumi yang digunakan sebagai aditif makanan tergolong aman untuk dikonsumsi.

    Perlu dicatat juga bahwa penelitian mengenai manfaat tinta cumi baru dilakukan pada hewan. Ini berarti, ada tidaknya efek kesehatan yang sama pada manusia belum diketahui secara pasti.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.