Kunci Hidup Tenang, Melatih Kesabaran dengan Relaksasi sampai Banyak Bersyukur

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita. Unsplash/Thien Dang

    Ilustrasi wanita. Unsplash/Thien Dang

    TEMPO.CO, Jakarta - Cara melatih kesabaran sebenarnya sudah diajarkan sejak kita kecil, bahkan saat masih sekolah di taman kanak-kanak. Misalnya saat kita diajarkan untuk bergantian saat memainkan sesuatu. Dulu, kita mungkin merasa kesal saat harus menunggu untuk melakukan hal yang disuka. Namun ternyata, ajaran tersebut bermanfaat hingga kita dewasa.

    Tentu, semakin dewasa, permasalahan yang membutuhkan kesabaran jauh lebih rumit dari sekedar menunggu giliran main. Pada saat-saat yang berat, Anda bisa melakukan beberapa cara melatih kesabaran agar hati lebih tenang.

    Berikut ini beberapa cara melatih kesabaran

    1. Melakukan relaksasi
    Tidak mudah memang untuk bisa sabar menghadapi berbagai karakter orang. Tidak jarang, ekspektasi kita tidak bisa terpenuhi, bahkan dalam hal-hal sederhana sekalipun. Hal ini bisa membuat kita tidak sabar dan cara paling sederhana untuk menghadapinya adalah dengan menarik napas dalam-dalam. Ini adalah salah satu cara relaksasi yang paling sederhana. Anda cukup tarik napas dan buang secara perlahan. Lakukan rangkaian ini selama tiga hingga empat detik dan buat jeda sebelum Anda mengambil napas berikutnya.

    2. Melihat permasalahan dari berbagai sisi
    Ada kalanya kita mendapat ketidakpastian dari orang lain. Saat melamar pekerjaan, misalnya. Setelah menunggu lebih dari satu minggu untuk mendengar jawaban balik dari perusahaan, Anda mungkin menjadi tidak sabar untuk mengetahui hasil wawancara.

    Namun, sebelum menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut menolak Anda, sebaiknya lihat dulu dari berbagai sisi. Bisa saja, panggilan belum diterima sebab orang yang menentukannya sedang dinas ke luar kota, atau mungkin karena pelamar yang masuk sangat banyak, jadi butuh waktu lebih panjang untuk menyortirnya.

    3. Menggali situasi lebih dalam
    Saat menghadapi situasi yang memicu rasa cemas dan kegelisahan, Anda disarankan untuk menggali situasi lebih dalam. Misalnya, Anda merasa benar-benar gusar dan tidak sabar apabila menunggu seseorang yang datang lebih belakangan. Maka, cobalah gali lebih dalam tentang situasi tersebut dengan menanyakan kepada disi sendiri: Apa sebenarnya yang membuat Anda begitu benci keterlambatan, walaupun hanya sebentar? Dalam situasi ini, apakah ada kerugian yang bisa didapatkan jika menunggu sebentar lagi? Apa hal yang kira-kira bisa dilakukan untuk membunuh waktu saat menunggu?

    4. Menerima ketidaknyamanan dengan terbuka
    Dalam situasi yang menguji kesabaran, seperti macet misalnya, tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mengubahnya. Jadi, daripada menekan klakson berkali-kali berharap kendaraan di depan bisa maju, lebih baik terima keadaan dengan menunggu dengan tenang. Toh, memang Anda sudah terlanjur terjebak macet di jalur itu.

    5. Mengganti kata “tidak” dengan “belum”
    Meski terdengar sederhana, mengganti kata tidak dengan belum bisa mengubah cara pandang kita saat menghadapi sesuatu dan membuat kita menjadi lebih sabar. Ini bisa jadi sugesti positif untuk diri Anda.

    Pikirkan bahwa saat ini Anda bukannya tidak berhasil tapi belum berhasil. Bukannya tidak bisa sampai tujuan tapi belum sampai tujuan. Bukan tidak bisa menemukan pasangan yang cocok, tapi belum bertemu dengan yang cocok.

    6. Mengalihkan perasaan frustrasi
    Ketika terpaksa menghadiri rapat dan malah harus menunggu si pengundang tiba, Anda mungkin merasa jengkel. Mengeluh dan marah akan situasi ini memang manusiawi, tapi tidak akan memperbaiki situasi. Sebaiknya sambil menunggu,  alihkan perhatian dan waktu Anda untuk mengerjakan hal lain yang lebih berguna. Balaslah email pekerjaan lain yang belum sempat dibalas atau lanjutkan mengetik pekerjaan sambil menunggu. Dengan begitu, Anda telah mengubah hambatan menjadi  mencoret satu pekerjaan dari daftar kewajiban hari itu.

    7. Tidur yang cukup
    Kurang tidur
    bisa membuat Anda menjadi lebih mudah marah, tegang, dan tidak sabaran. Karena itu, agar hati dan pikiran menjadi lebih tenang dan sabar, pastikan untuk memenuhi waktu istirahat Anda.

    Untuk bisa mendapatkan tidur yang cukup, Anda sebaiknya menghindari penggunaan gadget 30 menit sebelum bersiap untuk tidur. Selain itu, batasi juga konsumsi kafein, terutama di sore dan malam hari. Anda juga tidak disarankan untuk makan berat 2 jam sebelum tidur. 

    8. Jangan hanya diam
    Menunggu dalam diam bisa membuat waktu berjalan semakin lambat. Jadi, saat menunggu teman datang saat janjian, Anda bisa melakukan stretching ringan atau berjalan-jalan sebentar.

    9. Tidak terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu
    Di dunia yang serba cepat sekarang ini, seringkali kita memiliki ekspektasi bahwa semuanya harus bergerak dalam ritme yang sesuai dengan keinginan. Sehingga saat sesuatu berjalan lebih lambat dari yang seharusnya, kita menjadi tidak sabaran.

    Meski kecepatan kadang menguntungkan, tapi tidak ada salahnya jika Anda sesekali mulai menekan rem di hidup Anda dan menjalani beberapa hal dengan perlahan untuk membantu tubuh mengisi energinya. Mulailah dari hal yang sederhana seperti menyisihkan waktu 5 sampai 10 menit setelah bangun tidur untuk tetap berada di kasur. Selain itu Anda juga bisa sisihkan waktu untuk lakukan me time, seperti main dengan teman atau peliharaan.

    10. Lebih banyak bersyukur
    Bersyukur
    adalah salah satu hal yang paling sulit dilakukan dalam hidup. Namun, saat kita sudah mulai bisa bersyukur, percayalah hidup akan terasa lebih ringan, termasuk dalam hal kesabaran. Saat sedang berada di satu kesulitan, cobalah untuk tetap sabar dan bersyukur. Memang, hal itu tidak bisa membantu menyelesaikan masalah, tapi akan membantu Anda untuk tetap tenang dalam menghadapinya dan bisa melihat tujuan akhir yang lebih besar.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.