7 Langkah Pemulihan Diri Saat Kehilangan Pasangan Hidup

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bersedih. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bersedih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak ada yang benar-benar siap bagi seorang istri kehilangan suami yang selama ini menjadi belahan jiwa dalam suka dan duka. Suami yang pergi lebih dulu meninggalkan kesedihan yang berlarut dan kekhawatiran demi kekhawatiran pasangan yang ditinggalkan tentang bagaimana hidup selanjutnya.

    Sedalam apapun kehilangan tentu membutuhkan cara agar pulih dan bisa menata jalan hidup kembali. Meski tak mudah, ada beberapa saran dari penulis buku "The Grief Survival Handbook: A Guide From Heartache to Healing" D. Keith Cobb untuk menghalau kesedihan seperti dilansir dari laman Huffington Post, Rabu 19 Februari 2020.

    Berikut adalah beberapa strategi untuk pasangan yang ditinggalkan agar dapat meringankan rasa sakit sedikit dan membantu menggerakkan Anda melalui proses penyembuhan yang panjang.

    1. Cobalah untuk menghindari keputusan besar
    Bahkan keputusan kecil yang dapat ditunda sebaiknya dibiarkan untuk sementara waktu setelah kehilangan pasangan. Kesedihan ekstrem dapat membuat proses berpikir orang kalang kabut dan bahkan tidak rasional. 

    Merupakan ide bagus untuk menunda keputusan besar untuk sementara waktu, seperti menjual mobil atau bergerak lebih dekat ke keluarga Anda. Beri diri Anda waktu untuk menyesuaikan diri dengan keharusan mengambil keputusan besar sendiri.

    2. Pertimbangkan untuk memberikan barang pribadi
    Bagi pasangan yang ditinggalkan, pakaian, benda, dan bahkan pernak-pernik bisa memicu perasaan sedih. Beberapa orang merasa terbantu, bahkan menghibur, untuk memberikan barang-barang pribadi kepada anggota keluarga terlebih dahulu, kemudian teman, dan kemudian menyumbang di tempat penampungan atau amal tunawisma setempat. Seringkali lebih mudah untuk melihat foto berharga dari kekasih Anda daripada melihat sisir rambutnya.

    3. Perbanyak aktivitas
    Salah satu cara terbaik untuk meredakan gejala depresi adalah dengan melibatkan diri dalam aktivitas yang Anda sukai, seperti berkebun, hiking, atau bermain. Bukan hal yang aneh bagi pasangan yang berduka untuk mengakui bahwa mereka telah menikmati waktu luang untuk "mementingkan diri sendiri" mengabdikan diri untuk gairah atau pengejaran yang telah lama terabaikan.

    4. Biarkan diri Anda berduka, menangis dan merasakan
    Bagi kebanyakan orang, rasa sakit karena kehilangan, terutama pada pasangan, tidak pernah hilang sepenuhnya. Dan mungkin perlu waktu lama untuk membiasakan diri. Beberapa orang merasa terbantu untuk menulis surat kepada pasangannya yang hilang. Kegiatan ini dapat membantu Anda memilah perasaan Anda, dan masih merasa terhubung dengan cinta dan kehidupan yang Anda bagikan.

    5. Temukan satu atau dua teman yang simpatik
    Anda akan menemukan bahwa banyak orang tidak nyaman membicarakan tentang orang yang Anda cintai telah pergi. Sangat bermanfaat memiliki beberapa orang yang memahami kebutuhan Anda. Salah satunya dengan tidak membicarakannya yang meningkatkan perasaan kesepian Anda. 

    Anda tidak ingin menjadikan pasangan Anda menjadi fokus dari setiap percakapan, tetapi menyenangkan untuk mendiskusikan pikiran dan perasaan Anda dengan seseorang yang mendengarkan dengan baik, penuh kasih sayang, dan memahami kebutuhan Anda untuk berbagi.

    6. Pertimbangkan pengobatan
    Antidepresan bukan untuk semua orang, tapi itu tidak biasa bagi seseorang dalam pergumulan duka yang intens untuk menderita depresi, yang dapat mencakup efek samping fisik yang serius, termasuk insomnia. Bicaralah dengan dokter tentang gejala emosional dan fisik Anda. Terkadang pengobatan jangka pendek dengan obat-obatan dapat meringankan ketidaknyamanan Anda dan benar-benar membantu Anda merasa lebih baik.

    7. Percaya, Anda akan bahagia lagi
    Ini adalah hal terpenting yang perlu diketahui. Anda akan bahagia lagi. Jangan salah, Anda akan terus merindukan pasangan tercinta Anda, tetapi Anda akan memiliki kehidupan yang penuh dan bahagia lagi. Akan ada saat-saat kesedihan, tetapi Anda akan menemukan dari waktu ke waktu bahwa Anda akan lebih fokus pada kenangan yang menyenangkan dan saat-saat bahagia. Hidup benar-benar terus berjalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.