Sindrom Pohon Natal Memicu Alergi, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak memandang pohon Natal. Unsplash.com/Greg Rosenke

    Ilustrasi anak memandang pohon Natal. Unsplash.com/Greg Rosenke

    TEMPO.CO, Jakarta - Natal tidak lengkap tanpa ornament khasnya, seperti pohon Natal, bintang-bintang yang berkelap-kelip, aroma pohon pinus dan ornamen-ornamen mengkilap. Banyak orang bersemangat menghias pohon Natal. Namun Anda harus mewaspadai jenis jamur yang  menyebarkan alergi, umumnya dikenal sebagai 'Christmas Tree Syndrome' atau CTS.

    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Allergy, Asthma & Immunology, ada sekitar 53 jenis jamur yang ada di sekitar 28 jenis pohon Natal, 70 persendi antaranya berpotensi berbahaya dan bertanggung jawab untuk memicu reaksi alergi. Singkatnya, CTS adalah reaksi alergi musiman yang disebabkan karena jamur yang ada di pohon Natal.

    Ketika pohon itu dibawa ke dalam rumah, alergen di dalamnya tumbuh dan berkembang biak di lingkungan rumah yang hangat menyebabkan alergi ringan hingga serius bagi orang yang tinggal di dalam. Kondisi ini berlaku sekali selama setahun tetapi mempengaruhi sejumlah besar orang dan dapat mengancam jiwa dalam kondisi parah.

    Melansir laman Boldsky, dari 1 juta jamur, ada sekitar 80-100 genera yang bertanggung jawab untuk alergi jamur pada manusia. Jamur yang bertanggung jawab untuk CTS adalah Aspergillus, Alternaria, Cladosporium, dan Penicillium. Biasanya, jamur tidak menyebabkan kerusakan saat berada di pohon Natal tetapi, ketika pohon dibiarkan di rumah selama musim Natal, jamur mulai tumbuh lebih cepat karena lingkungan yang lembab dan hangat di dalam rumah.

    Ketika jamur berlipat ganda, dapat menyebabkan alergi pernafasan pada orang-orang yang ada di rumah dan jika ada anggota keluarga yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau bentuk alergi lain seperti asma, demam atau flu, dapat bertindak sebagai pemicu sekunder dan meningkatkan gejalanya.

    Gejala Sindrom Pohon Natal

    Gejala CST mirip dengan flu, demam, atau alergi lainnya. Gejala umum CTS adalah sebagai berikut hidung gatal, batuk terus menerus, mata berair, hidung beringus, sakit dada, dan ruam kulit.

    Untuk mencegah Sindrom Pohon Natal:
    - Gunakan pohon buatan bukan pohon Natal asli.
    - Bahkan jika Anda membawa pohon asli ke rumah, pertama-tama cuci sampai bersih dan biarkan kering.
    - Tempatkan pohon Natal di sudut dingin rumah untuk mencegah tumbuhnya jamur sampai batas tertentu.
    - Semprotkan pemutih untuk membunuh alergen yang berbahaya.
    - Tempatkan pembersih udara di ruangan yang sama tempat pohon Natal diletakkan.
    - Jangan letakkan pohon Natal di dalam rumah selama lebih dari 4-7 hari.
    - Jika Anda menderita asma atau alergi serius, bawalah selalu semprotan inhalasi dan hidung Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.