Pilihan Waktu Menyingkirkan Pohon Natal, Sesuai Tradisi atau Keluarga

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menghias pohon Natal. musicbus.com

    Ilustrasi menghias pohon Natal. musicbus.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan Natal identik dengan beragam dekorasi yang khas, salah satunya Natal. Ketika musim liburan berakhir, pembersihan usai perayaan Natal pun dimulai. Selain merapikan setiap ruangan dari dekorasi Natal, tugas terberat lainnya mencari tahu waktu yang tepat menyingkirkan pohon Natal. 

    Jika Anda bingung dengan pertanyaan ini dari tahun ke tahun, pertimbangkan untuk kembali pada tradisi sebagai panduan. Melansir laman Good Housekeepng, bBerawal dari abad ke-4, banyak umat Krisiani telah menandai akhir musim Natal pada Malam Keduabelas (atau 12 malam setelah Natal) - malam yang juga dikenal sebagai Hawa Epifani.

    Pohon Natal mini. Unsplash.com/Toa Heftiba

    Epifani menandai hari ketika Tiga Raja (atau Orang Bijak) mengunjungi bayi Yesus, dan dirayakan pada tanggal 5 Januari atau 6 Januari (tergantung pada apakah Anda menghitung Hari Pertama sebagai Natal atau tidak). Meskipun  kelompok-kelompok Kristen dilaporkan tidak setuju dengan tanggal mana yang benar, menurut tradisi, Malam Keduabelas adalah waktu terbaik untuk menurunkan dekorasi pesta Anda - termasuk pohon Natal. Diyakini bahwa menunggu terlalu lama setelah Malam Kedua Belas akan membawa nasib buruk.

    Tentu saja, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menyingkirkan pohon Natal sesuai waktu yang paling disepakati oleh Anda dan anggota keluarga lainnya. Apakah itu sehari setelah Natal, Malam Tahun Baru, atau kapan pun Anda bisa mendapatkannya, benar-benar tidak ada jawaban yang benar. Lagi pula, Anda sudah bekerja sangat keras menghiasnya, mungkin Anda bisa bebas menikmatinya selama yang Anda inginkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.