Masalah Keuangan Selama Liburan dan 5 Hal Ini Picu Perceraian

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasangan memanfaatkan momen seperti Natal dan Tahun Baru untuk pergi liburan bersama. Cara ini jadi salah satu upaya untuk menyegarkan pikiran dan mendekatkan diri dengan pasangan atau keluarga. 

    Tapi siapa sangka jika liburan juga bisa mengakibatkan risiko perceraian. Menurut data penelitian yang dikutip dari laman Boldsky, menyebutkan bahwa tingkat perceraian pada pasangan setelah liburan lebih tinggi dan terus meningkat. Ini karena tak jarang ketegangan dan kesalahpahaman di antara pasangan. 

    Misanya karena adanya peningkatan pengeluaran perjalanan, kewajiban keluarga, dan beban keuangan, yang menjadi faktor penyebab  perpisahan atau perceraian. Sebuah studi yang dilakukan oleh Julie Brines, seorang profesor di Universitas Washington pada 2015, mengungkapkan bahwa sebagian besar perceraian berasal dari konflik yang meningkat selama liburan. Biasanya, pasangan ini mencoba liburan bersama untuk mendekatkan diri satu sama lain, namun ternyata langkah itu gagal.

    Berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan perceraian meningkat usai liburan

    1. Masalah keuangan
    Masalah keuangan kadang-kadang dapat menghantam pasangan, bahkan jika mereka memiliki pernikahan yang sempurna. Jadi, ketika biaya perjalanan, membeli hadiah atau mengurus biaya hiburan keluarga selama liburan membengkak, tidak heran jika pasangan pada akhirnya mengalami pertengkaran karena masalah keuangan. Dalam situasi seperti itu, konflik dapat muncul bahkan dalam pernikahan yang bahagia.

    2. Konflik keluarga
    Ada kemungkinan pasangan Anda tidak disukai oleh anggota keluarga. Kemudian, Anda memutuskan berlibur bersama keluarga besar. Akhirnya selama liburan itu, muncul konflik antara pasangan dengan keluarga Anda, sehingga memunculkan konflik antara kalian berdua yang bisa berujung pada perceraian.

    3.  Batal liburan
    Menjanjikan pasangan Anda untuk liburan dan kemudian membatalkannya dapat menyebabkan ketegangan di antara pasangan. Ketika Anda menjanjikan sesuatu, orang lain mungkin mulai memiliki harapan. Pasangan Anda mungkin memiliki beberapa urusan dan pekerjaan untuk diselesaikan sebelum pergi berlibur, sehingga dia segera menyelesaikannya. Dan ketika rencana itu dibatalkan, itu sangat menyakitkan mereka. Mereka merasa diabaikan dan terlebih lagi, ketika Anda memiliki anak, harapan ini berlipat ganda. Membatalkan rencana untuk satu atau dua kali masih bisa diterima, namun jika berulang kali bisa memicu risiko.

    4. Paparan terhadap kelemahan
    Terkadang pasangan tidak terlalu menyadari kelemahan pasangannya. Mereka pikir pasangan mereka sempurna. Tetapi ketika selama liburan, pasangan ini mendapat kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama 24 jam 7 hari, mereka juga menemukan kekurangan masing-masing. Alih-alih menyesuaikan diri satu sama lain atau menerima kekurangan mereka, kebanyakan pasangan akhirnya menilai satu sama lain dan merasa mereka juga tidak cocok.

    5. Kendala selama bepergian
    Meskipun bepergian itu menyenangkan, pasangan Anda mungkin terkadang kesal. Ini terjadi terutama ketika itu adalah perjalanan panjang, lama menunggu di bandara, penundaan tak terduga, atau berganti penerbangan. Hal ini dapat membuat pasangan terlibat dalam diskusi yang memanas atau dapat memperburuk hubungan mereka jika masalahnya berlanjut lama sebelum liburan.

    6. Rekonsiliasi
    Dalam banyak kasus, pasangan dan keluarga mereka memutuskan untuk menguji hubungan untuk yang terakhir kalinya, yang sangat penting. Untuk ini, mereka menggunakan hari libur sebagai pilihan terakhir untuk mengembalikan semuanya. Selama liburan, mereka mencoba mendamaikan dan menyelesaikan perbedaan. Sebagian besar memilih liburan bersama agar bisa saling berdekatan dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Namun, itu terjadi sebelum atau selama liburan, ketika pasangan percaya bahwa mereka dapat menyalakan kembali percikan di antara mereka. Tetapi, ketika kesempatan ini juga gagal, mereka memutuskan untuk membatalkannya atau berpisah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.