Cara Mengenali Jajanan Pasar dengan Formalin dan 3 Bahan Lain

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jajanan pasar. shutterstock.com

    Ilustrasi jajanan pasar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penampilan jajanan pasar biasanya cukup menarik, harganya relatif murah, dan rasanya yang khas dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Meski dinamakan jananan pasar, makanan ini dapat Anda temui di pasar tradisional, supermarket, hingga warung pinggir jalan. Beberapa jenis makanan yang dikategorikan sebagai aneka jajanan pasar, yakni kue mangkok, cenil, kue cucur, geplak, roll cake, kembang goyang, dan lain-lain.

    Sayangnya, banyak jajanan pasar yang dibuat dengan bahan-bahan yang tidak jelas kesehatannya, bahkan cenderung berbahaya. Sebab itu, penting bagi Anda mengenali jajanan pasar yang sehat agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

    Sudah banyak penelitian yang mengungkap bahwa masih banyak produsen makanan bandel yang menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak boleh digunakan pada makanan. Bahan kimia yang dimaksud adalah boraks, formalin, dan pewarna tekstil (rhodamin B dan kuning metanil), yang jelas-jelas melanggar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 472/Menkes/Per/V/1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan.

    Boraks (natrium tetraborat) berbentuk kristal lunak yang seharusnya digunakan dalam campuran pembuatan gelas, pupuk tanaman, pengawet kayu, salep kulit, dan lain-lain. Sementara formalin (HCHO) biasanya digunakan hanya sebagai pengawet mayat, pembunuh kuman, pengeras kuku, dan perekat kayu lapis. Sedangkan rhodamin B dan kuning metanil adalah pewarna tekstil, kertas, maupun cat.

    Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keempat bahan kimia tersebut paling sering ditemukan dalam aneka jajanan pasar di Indonesia. Selain murah dan mudah didapatkan, penggunaan keempat bahan tersebut membuat tampilan luar makanan menjadi lebih menarik.

    Meski demikian, sebetulnya mudah mengenali ciri-ciri jajanan pasar yang mengandung bahan berbahaya di atas. Berikut ini cara mengenalinya. 

    1. Aneka jajanan pasar yang mengandung formalin
    Ciri-cirinya tekstur makanan lebih kenyal, tidak mudah hancur, lebih tahan lama, ada aroma yang cukup menyengat. Formalin biasanya ditemukan pada olahan tahu dan mie basah.

    2. Aneka jajanan pasar yang mengandung borak
    Ciri-cirinya makanan lebih kenyal, lebih mengkilap, tidak mudah putus, tidak lengket, dan lebih renyah (pada kerupuk). Boraks biasanya ditemukan pada mie basah, bakso, dan kerupuk gendar.

    3. Aneka jajanan pasar yang mengandung rhodamin B
    Ciri-cirinya warna merah mencolok, ada rasa pahit, akan meninggalkan warna merah pada kulit jika makanan itu dipegang. Rhodamin B biasanya ditemukan di kerupuk merah, kue mangkok merah, cenil warna merah, kue ku merah, geplak merah, roll cake merah, kerupuk warna-warni, dan kembang goyang.

    4. Aneka jajanan pasar yang mengandung kuning metanil
    Ciri-cirinya warna kuning mencolok, ada rasa pahit, akan meninggalkan warna kuning pada kulit jika makanan itu dipegang. Kuning metanil biasa ditemui pada kerupuk warna-warni.

    Meski banyak produsen nakal, Anda tidak perlu takut untuk menikmati aneka jajanan pasar, apalagi jika sudah memahami cara mengenali jajanan pasar yang mengandung bahan kimia di atas. Hal lain yang tidak boleh Anda abaikan adalah faktor kebersihan dari jajanan pasar itu sendiri.

    Pilihlah jajanan pasar yang dijual di tempat yang bersih dengan kondisi penjual yang bersih pula, serta makanan dipajang, disimpan, dan disajikan dengan baik (misalnya dibungkus). Pastikan juga Anda mengonsumsi jajanan pasar dengan mencuci tangan terlebih dahulu untuk menghindari masalah kesehatan yang berhubungan dengan sanitasi, seperti diare hingga hepatitis A

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.