Alasan Kim Kardashian Warnai Pakaian Dalam dengan Kantong Teh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Kardashian. Instagram

    Kim Kardashian. Instagram

    TEMPO. CO, Jakarta - Merek pakaian dalam Kim Kardashian, Skims menawarkan inklusivitas dalam ukuran dan warna sejak resmi diluncurkan pada September lalu. Ibu empat anak itu melihat ruang putih di pasar untuk pakaian dalam yang inovatif dan mengenakannya. Jadi dia tidak lagi harus mewarnai pakaiannya dengan bahan dapur untuk menyesuaikan warna kulitnya.

    Dalam sebuah wawancara dengan E News! Istri Kanye West ini menjelaskan mengapa menciptakan beragam warna kulit adalah hal yang tidak sulit. “Itu sangat penting bagi saya karena saya bahkan tidak terlalu gelap, tetapi jika saya kecokelatan, saya tidak akan pernah bisa menemukan warna di bawah warna kulit saya,” ujarnya seperti dilansir dari laman US Magazine.

    Kim Kardashian mengaku ia menggunakan kantong teh dan kopi supaya warna pakaian dalamnya sesuai dengan warna kulitnya. “Jadi saya selalu menemukan diri saya mewarnai pakaian dalam dengan kantong teh dan kopi untuk mendapatkan warna kulit yang lebih gelap yang akan lebih berbaur dengan kulit saya," katanya.

    Kim Kardashian berpose di karpet merah Peoples Choice Awards di Santa Monica, California, AS, Ahad, 10 November 2019. Ia juga dikenal sebagai istri dari penyanyi rap Kanye West. REUTERS/Monica Almeida

    Kim Kardashian melanjutkan, “Jadi saya hanya bisa membayangkan masalah apa yang orang lain tidak akan menemukan warna mereka jika saya tidak dapat menemukan milik saya. Saya benar-benar ingin menemukan solusi untuk itu. ”

    Dan dia melakukannya! Shapewear mereknya tersedia dalam 9 warna kulit, mulai dari warna yang paling terang, pasir, hingga yang paling gelap, oxyx. Merek pakaian dalam itu juga meluncurkan tape untuk payudara dan tubuh.

    Kim Kardashian mengunggah produk itu halaman Instagram mereknya dengan video yang menampilkan produk-produk baru. "Biasanya ketika Anda melihat tape payudara seperti ini, itu datang dalam satu warna," katanya. "Ketika aku mulai menggunakannya, aku akan menggunakan pita gaffers, yang jelas sangat tidak nyaman."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.