Cara Kim Kardashian Menyeimbangkan Karier dengan Keluarga

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya North West, Putri Kim Kardashian, mengenakan tas Dior (Instagram @kimkardashian)

    Gaya North West, Putri Kim Kardashian, mengenakan tas Dior (Instagram @kimkardashian)

    TEMPO.CO, JakartaKim Kardashian punya banyak pekerjaan, dari bintang reality show Keeping Up The Kardashians, bisnis kosmetik dan pakaian dalam, hingga wewangian. Meski demikian, ia tak meninggalkan tugasnya sebagai ibu dari empat anaknya, North, 6, dan Chicago, 22 bulan , dan putra Saint, 4 bulan depan, dan Psalm, 6 bulan.

    Bagaimana dia menyeimbangkan kehidupan kariernya dengan keluarga? Dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun televisi di Australia, perempuan 39 tahun ini mengungkap rahasianya.  

    "Aku pergi tidur ketika anak-anak ingin tidur," katanya. "Aku tidak minum, aku tidak keluar larut malam. Jadi saya pikir itu sangat membantu,” ujar istri penyanyi Kanye West ini.

    Ia juga mengatur jadwalnya dengan ketat. Setiap hari Kim bangun di waktu tertentu sesuai jadwal, lalu melakukan aktivitasnya satu per satu. Dia tak suka menyimpang dari jadwal yang sudah dibuat. “Dengan empat anak, Anda hanya perlu terorganisasi. Jadi mengatur jadwal adalah kuncinya,” ujar dia.

    Dilansir dari People, Jumat, 22 November 2019, Kim diketahui telah lama meninggalkan kehidupan penuh pesta. Sejak skandal video seksnya dengan mantan kekasih Ray J dan pengakuannya sedang di bawah pengaruh ekstasi ketika menikah dengan suai pertamanya, Damon Thomas, Kim disebut tak lagi pernah menyentuh narkoba. Seorang sumber mengatakan kepada People bahwa  Kim jelas tidak menggunakan narkoba selama bertahun-tahun, bahkan mencobanya pun tidak.

    “Sekarang dia minum di sana-sini tapi kebanyakan berpantang. Dia mungkin hanya minum segelas sampanye pada hari libur atau saat menghadiri pesta ulang tahun, tapi itu jarang,” kata sumber itu.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.