Kiat Happy Salma Menyeimbangkan Waktu Bisnis, Akting dan Keluarga

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Happy Salma bersama suami Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa dan kedua anak mereka, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthyasa. Instagram.com/@happysalma

    Happy Salma bersama suami Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa dan kedua anak mereka, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthyasa. Instagram.com/@happysalma

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Happy Salma menjalani banyak peran, mulai dari sebagai pebisnis sampai ibu untuk anak-anaknya. Istri Tjokorda Bagus Dwi Santana ini memulai bisnis perhiasan Tulola bersama sahabatnya Sri Luce Rusna. Kedua sahabat ini konsisten selama 10 tahun membawa budaya dan tradisi Indonesia dalam desain perhiasannya. 

    Meskipun fokus berbisnis, Happy Salma tidak meninggalkan panggilan hatinya untuk berakting. Ia masih kerap kita temui di sejumlah judul film, contohnya di Bumi Manusia. Ataupun sejumlah pementasan teater seperti Nyai Ontosoroh yang juga masih terkait dengan salah satu tokoh dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. 

    Selain bisnis perhiasan dan karier aktingnya, Happy berperan sebagai istri dan ibu dari kedua anaknya. Seperti wanita pekerja lainnya, salah satu tantangan Happy adalah membagi waktu dan berusaha menyeimbangkan semuanya. Dia pun bersyukur memiliki suami yang sangat suportif dan support system yang mendukungnya.

    “Ya, tentu enggak bisa sendirian harus ada support system. Ada suami yang solid, apalagi saya perempuan pekerja. Bagaimana kita bisa saling membagi waktu kita. Ada mertua, sahabat, partner kerja yang saling mengerti,” ucap Happy Salma saat ditemui di acara pameran Merayakan Nusantara di Bimasena Lounge, The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Jumat 22 November 2019.

    Aktris dan pebisnis perhiasan Happy Salma saat ditemui di acara pameran Merayakan Nusantara di Bimasena Lounge, The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Jumat 22 November 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

    Wanita 39 tahun ini memaparkan lebih lanjut, “Jadi seimbang itu tidak bisa sendirian. Harus ada orang-orang di sekitar kita. Jadi saya salut banget juga sama orang yang bekerja di luar negeri yang enggak ada siapa-siapa dan bisa membesarkan anak-anak. Jujur, saya akan sulit jika melakukan itu.”

    Saat bepergian keluar Bali tanpa membawa kedua anaknya, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa (4 tahun 7 bulan) dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthayasa (1 tahun 2 bulan), Happy dan suami berbagi peran menjaga anak. “Kayak sekarang saya bekerja, ada mbak yang bisa saya percaya. Ada kakak ipar saya. Ada suami saya. Kami berdua saling melengkapi, kalau dia lagi sibuk banget, aku pasti sama anak-anak. kalau aku lagi jauh kayak begini, suami yang standby. Untung pekerjaan kita, masing-masing kita sendiri yang mengatur,” ujarnya.

    Menurut Happy, menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya. Jadi, ia dan suami terus belajar setiap hari. Tak hanya itu, pasangan yang menikah pada 3 Oktober 2010 itu sepakat menjaga prioritas. “Bagaimana untuk menyeimbangkan itu semua butuh latihan dan latihan terus. Dan tentu, prioritasnya adalah orang yang paling kita cintai di dunia, selain kedua orang tua, adalah anak kita, baru suami kita,” tandas Happy Salma.

    SILVY RIANA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.