Penyebab Keriput di Wajah, Ada yang Disebabkan Kebanyakan Gula

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sedih dengan kulitnya yang mulai keriput. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sedih dengan kulitnya yang mulai keriput. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keriput akan muncul di wajah Anda seiring dengan pertambahan usia. Ini karena produksi kolagen yang mempertahankan elstisitas kulit semakin  berkurang. Tapi selain faktor tersebut, kebiasaan sehari-hari Anda seperti tertawa, merokok, atau terlalu sering terpapar sinar matahari juga ikut menentukan. 

    Menurut pakar kesehatan kulit Nataliya Robinson dan Aamer Khan, seperti dikutip The Sun, kebiasaan sehari-hari Anda akan menentukan di bagian wajah mana kerutan akan muncul. Misalnya, kerutan di pipi karena Anda kurang minum dan kerutan di mulut karena kebiasaan merokok.

    Mau tahu penyebab utama kerutan di wajah Anda?

    1. Salah satu sisi wajah

    Banyak orang yang terbiasa tidur miring di satu sisi saja. Ternyata ini membuat munculnya kerutan lebih banyak di salah satu sisi. “Tidur di bantal berjam-jam di satu sisi wajah dapat membuat aliran darah tidak lancar,” kata Nataliya.

    Hal ini dapat menyebabkan deformasi kolagen permanen dan memungkinkan kerutan terbentuk lebih mudah pada sisi wajah yang terkena.

    2. Pipi

    Kulit kering dan kusam akan memunculkan garis-garis halus di pipi. Itu tandanya kulit Anda kurang kelembapan karena dehidrasi atau kurang minum. Untungnya itu tidak permanen. “Setelah kulit terhidrasi, garis-garis tersebut akan hilang,” kata Aamer.

    3. Mulut

    Salah satu area yang paling mudah berkerut adalah dari hidung ke ujung bibir, sering disebut dengan smiling line. Jika Anda menemukan garis itu terlebih dahulu dibanding yang lainnya, itu tandanya Anda cukup bahagia.

    “Garis tawa muncul di lipatan dari hidung ke mulut, disebabkan oleh gerakan berulang-ulang tersenyum dan tertawa,” kata Aamir. Garis tawa ini juga ditentukan faktor lainnya, seperti jenis dan warna kulit.

    4. Bibir

    Merokok jelas menyebabkan masalah kesehatan. Tidak hanya kerusakan organ tubuh, terutama paru-paru, merokok juga bisa membuat kulit area mulut cepat keriput. Ini karena tindakan berulang saat Anda mengisap rokok dapat membentuk kerutan.  

    Nataliya mengatakan, merokok menciptakan pembentukan radikal bebas yang buruk bagi sel-sel kulit, kolagen dan sistem limfatik yang dapat menyebabkan kulit terlihat kusam. "Lebih jelas lagi, garis-garis jaring laba-laba di sekitar mulut, alias garis marionette, biasanya merupakan pertanda seseorang merokok."

    5. Mata

    Kerutan di sudut luar mata sering kali muncul pertama kali, tetapi laju pendalaman mereka sangat dipengaruhi oleh kerusakan akibat sinar matahari.

    “Sedikit sinar matahari bisa baik bagi kita, tapi paparan sinar UV yang berlebihan melemahkan sel-sel kulit dan pembuluh darah. Kerusakan ini menghasilkan garis dan kerutan serta kapiler dan pigmentasi yang rusak,” kata Aamir.

    Garis-garis halus itu bisa semakin dalam jika Anda tidak menggunakan tabir surya setiap hari.

    5. Alis

    Kerutan yang muncul di antara kedua alis disebabkan oleh gaya hidup, terutama stres yang berkepanjangan. Ketika stres, Anda mengerutkan kening, dan itu juga memainkan peran besar dalam mengganggu hormon penyeimbang kulit.

    "Stres dan kecemasan meningkatkan produksi hormon kortisol, yang mendegradasi kolagen, menyebabkan terbentuknya garis dan kerutan,” ujar Aamir.

    6. Dagu dan dahi

    Sering kahwatir? Ternyata efek dari resah seumur hidup dapat muncul dalam bentuk lipatan dalam di dagu Anda.

    "Karena otot-otot mulut cenderung mengarah ke bawah ketika kita stres dan kecewa, dagu adalah tempat yang umum untuk garis-garis yang mengkhawatirkan,” kata Nataliya.

    Demikian pula ketika Anda khawatir. Kebanyakan orang menahan ketegangan dengan mengerutkan dahi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan garis-garis horizontal yang menonjol dan kerutan.

    7. Bawah mata

    Makanan manis memang sulit ditinggalkan. Tapi hati-hati, selain memicu diabetes, kebanyakan gula juga memicu kerutan di bawah mata. ”Terlalu banyak gula membuat kelenjar adrenal kita bekerja lebih keras, yang dapat menyebabkan masalah kulit yang terlihat,” kata Nataliya.

    Ketika mengonsumsi gula, tubuh mengalami "glikasi" di mana dihasilkan senyawa beracun yang merusak elastin, kolagen, dan bahkan DNA. Tanda-tanda kerusakan gula yang berlebihan paling menonjol di sekitar mata dalam bentuk lingkaran hitam dan kerutan di bawah mata.

    Jadi, perhatikan kerutan di wajah Anda, mana yang paling menonjol?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.