Kenapa Orang Lebih Sering Buang Air Kecil saat Kedinginan?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mck atau toilet. wikipedia.org

    Ilustrasi mck atau toilet. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat berada di ruangan dingin atau suhu rendah, kebanyakan orang merasa selalu ingin buang air kecil. Kondisi ini disebut sebagai cold diuresis atau diuresis dingin. 

    “Ketika suhu dingin, keringat tidak keluar sehingga semua cairan akan keluar melalui urin,” kata  Hydration Science Director Danone-Aqua Tria Rosemiarti di kelas Helath and Nutrition Journalist Academy, Jakarta, Senin, 23 September 2019.

    Dalam suhu ruang atau panas, orang umumnya akan mengeluarkan keringat. Semakin panas suhu udara, semakin banyak pula keringat yang keluar. “Di tempat panas, pasti ada keringat yang keluar meskipun tanpa kita sadari,” ujar dia.

    Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, Amerika Serikat, ginjal menyaring sekitar setengah cangkir darah per menit, dan sekitar 150 liter darah sehari. Sebagian besar orang rata-rata memproduksi 1-2 liter urine sehari.

    ADVERTISEMENT

    Namun, ketika suhu udara dingin, ginjal Anda akan menyaring lebih banyak darah daripada biasanya karena ada suplai yang meningkat. Jadi, ginjal akhirnya menghasilkan lebih banyak urin. Itu sebabnya Anda harus buang air kecil lebih sering.

    Hal perlu Anda perhatikan, kondisi ini juga bisa menyebabkan Anda dehidrasi seperti saat berada di udara panas. Bedanya, kekurangan cairan dalam di udara dingin biasanya jarang menimbulkan rasa haus sehingga sering kali disadari. Jadi, Anda perlu tetap menghidrasi tubuh dengan mengonsumsi air putih setidaknya dua liter per hari. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.