Ariana Grande Kembali Alami Depresi saat Tur Dunia

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ariana Grande. Instagram/@arianagrande

    Ariana Grande. Instagram/@arianagrande

    TEMPO.CO, JakartaAriana Grande sedang menjalani tur album Sweetener ke seluruh dunia. Tur kali ini terasa berat baginya. Tampil dari panggung ke panggung di negara yang berbeda-beda membuatnya terbebani hingga merasa depresi dan mengalami kecemasan. 

    Menurut Daily Mail, penyayi pop Amerika Serikat ini membatalkan meet and greet yang dijadawalkan sebelum pertunjukannya di Antwerp, Jerman, akhir pekan lalu. Ini membuat fans kecewa. Ia pun menuliskan penjelasan panjang lebar di akun Instagramnya.

    Dalam unggahan itu, ia mengaku bahwa kecemasan dan depresi yang ia rasakan akhir-akhir ini sedang meninggi. Ia berusaha melawan dengan segenap tenaga, tapi malah bertambah.  

    “Setelah beberapa serangan panik, saya merasa keputusan paling bijaksana adalah tidak melakukan soundcheck party atau m & g hari ini dan menjaga energi saya untuk pertunjukan,” kata dia.

    Ia mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan semua fans, tapi menolak hadir jika ia tidak bisa memberikan yang terbaik. Namun, pelantun “7 Rings” itu berjanji akan memberikan pertunjukan terbaik.

    Ia juga mengirim email kepada beberapa penggemarnya yang telah membeli tiket untuk acara yang dibatalkan tersebut. Dalam emailnya, Ariana menjelaskan bahwa ia kesulitan mengendalikan serangan-serangan tersebut.

    "Saya berharap saya bisa mengendalikan serangan-serangan ini tetapi seperti orang yang cemas atau depresi mengerti, kadang-kadang Anda hanya dapat melakukan hal-hal yang di luar kendali,” kata dia.

    Depresi merupakan gangguan suasana hati atau mood yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam. Kondisi ini berefek buruk pada penderitanya, seperti produktivitas kerja menurun, hubungan sosial terganggu, hingga keinginan untuk bunuh diri.

    Sebelumnya, ia mengatakan bahwa membuat musik baginya seperti terapi yang bisa menyembuhkan. Salah satu lagunya, "Get Well Soon", bercerita tentang gangguan mental yang ia alami. Ia mengatakan gangguan mental itu membuatnya sedih dan takut dan ia mencurahkannya ke lagu ini. Namun pertunjukan konser menghidupkan kembali (deperesi dan kecemasan). Jadi, ia hanya bisa berharap semoga sisa turnya ini berjalan dengan baik.

    Ini bukan pertama kali Ariana Grande mengalami gangguan kejiwaan. Dua tahun lalu ia juga mengalami depresi setelah tragedi bom di konsernya di Manchester, Inggris. Beberapa bulan lalu, ariana mengunggah sebuah foto yang menunjukkan dirinya menderita post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma. 

    COSMOPOLITAN | DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.