Tips Mengolah Daging Sapi agar Terhindar dari Risiko Penyakit

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Olahan daging sapi dan kambing menjadi makanan yang paling dinantikan saat Idul Adha. Daging sapi umumnya disajikan dalam berbagai masakan, seperti sate, gulai, oseng, rendang, soto, sop, dan lainnya.

    Namun, daging sapi juga bisa menimbulkan risiko kesehatan, apalagi jika cara mengolahnya tidak tepat. Daging sapi mengandung bakteri yang bisa menyebabkan penyakit. Jadi, jika tidak dimasak dengan matang, daging sapi kemungkinan masih bisa menyebabkan penyakit. Sebaliknya, jika terlalu matang apalagi gosong, olahan daging sapi juga bisa menjadi karsinogenik yang memicu kanker. Jadi bagaimana cara yang benar?

    Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam mengolah daging sapi dengan baik agar terjaga kesehatannya sekaligus lezat. Menurut Medical Editor dari SehatQ, dr. Karlina Lestari, berikut beberapa cara yang harus Anda lakukan untuk mengolah daging sapi dengan baik.

    - Pilih daging sapi yang segar. Maksud segar di sini, yaitu tidak berbau amis, tidak berlendir, dan tidak berwarna coklat tua.

    - Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun terlebih dahulu sebelum mengolah daging. Ini dapat membantu menghilangkan kuman dari tangan Anda agar tidak menempel pada daging.

    - Pisahkan talenan untuk daging dan sayuran agar tidak ada kontaminasi bakteri.

    - Cuci daging sapi menggunakan air secara bersih. Ini dilakukan agar bakteri atau parasit yang menempel dalam daging sapi hilang.

    - Pastikan memasak daging dengan matang. Jika Anda tidak memasaknya dengan matang atau undercook, ada kemungkinan besar daging tersebut masih mengandung bakteri seperti E.Coli atau parasit seperti toksoplasma.

    - Jangan memasak daging sapi terlalu matang atau kehitaman karena sedikit gosong. Hal tersebut dapat menimbulkan karsinogenik atau zat pemicu kanker.

    - Jangan menambahkan banyak garam karena dapat memicu tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal.

    - Jika Anda penderita asam lambung, jangan menambahkan banyak bumbu pedas seperti cabe pada masakan karena dapat meningkatkan asam lambung Anda.

    - Jangan menggunakan santan berlebih untuk mencegah kolesterol naik.

    - Sisa daging yang belum dimasak, dapat Anda taruh pada freezer dengan suhu sekitar -15 derajat Celcius.

    - Jangan taruh daging pada suhu ruangan selama lebih dari 2 jam karena dapat berisiko adanya kontaminasi bakteri.

    - Jika Anda merendam daging, taruhlah juga dalam kulkas. Jangan menaruh rendaman daging di suhu ruangan karena akan mudah terkontaminasi bakteri. Kontaminasi bakteri dapat menyebabkan Anda mengalami keracunan makanan dengan gejala, seperti, mual, muntah, diare, demam, kram, dan nyeri perut.

    Anda akan terhindar dari masalah kesehatan, terutama masalah pencernaan ketika daging sapi diolah dengan baik. Kandungan nutrisi dalam daging sapi pun bisa Anda dapatkan secara optimal.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.