Sirsak dapat Menangkal Radikal Bebas, Ini 5 Manfaat Lainnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pohon sirsak. Pixabay,com/Alida Ferreira

    Ilustrasi pohon sirsak. Pixabay,com/Alida Ferreira

    TEMPO.CO, Jakarta - Sirsak buah yang populer di negara tropis, termasuk Indonesia. Dengan daging buah berwarna putih, sirsak sangat nikmat untuk dimakan. Tak hanya enak dimakan, sirsak juga memiliki berbagai manfaat, yang mungkin sebelumnya tak pernah diduga. 

    Sejumlah penelitian telah menemukan, bahwa sirsak dapat menurunkan risiko berbagai penyakit. Beberapa di antaranya, tergolong sebagai penyakit yang menjadi momok untuk semua orang, seperti termasuk kanker serta tekanan darah tinggi. 

    Berikut ini beberapa manfaat sirsak yang harus Anda ketahui.

    1. Mengandung molekul antioksidan
    Molekul dengan sifat antioksdan dapat menangkal radikal bebas, atom tidak stabil yang dapat merusak sel dan menyebabkan penyakit berbahaya. Sirsak, yang enak dimakan, juga merupakan salah satu sumber antioksidan yang baik.

    Beberapa jenis molekul antioksidan di sirsak, yaitu Tannin, Saponin, Pitosterol, Flavonoid dan Anthraquinone. Secara keseluruhan, sirsak dapat menjaga kesehatan Anda. Penelitian lebih lanjut diperlukan, untuk mengkaji manfaat buah sirsak untuk penyakit tertentu.

    2. Memiliki sifat anti-inflamasi
    Inflamasi sebenarnya merupakan mekanisme tubuh untuk melawan infeksi. Walau begitu, inflamasi yang kronis dapat memicu berbagai penyakit. Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan, disimpulkan bahwa sirsak berpotensi mengurangi pembengkakan, serta membantu meringankan inflamasi atau peradangan.

    3. Membantu menurunkan kadar gula darah
    Manfaat sirsak lainnya yakni menstabilkan kadar gula darah. Seperti yang mungkin Anda tahu, tingginya kadar gula merupakan kondisi yang berbahaya, karena dapat memicu berat bedan berlebih atau obesitas, serta penyakit jantung. Beberapa penelitian menemukan, sirsak dapat menstabilkan tingginya kadar gula dalam darah tersebut. Walau riset ini juga dilakukan pada hewan, bukan tak mungkin manfaat buah sirsak ini juga berlaku untuk manusia.

    4. Menurunkan tekanan darah
    Sirsak
    telah dikenal masyarakat sebagai tanaman obat, untuk menurunkan tekanan darah. Seperti yang mungkin Anda tahu, tekanan darah dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Dalam sebuah riset yang dimuat jurnal Pharmaceutical Biology, sirsak memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah, tanpa berefek menaikkan detak jantung.

    5. Membunuh sel kanker
    Khasiat sirsak lainnya, yakni untuk melawan sel kanker. Beberapa penelitian telah membuktikan hal ini, walau riset-riset tersebut masih dilakukan dengan uji tabung di labotarium, seperti dengan memasukkan ekstrak buah sirsak ke dalam sel leukemia. 

    6. Melawan bakteri
    Selain memiliki molekul antioksidan, sirsak juga diyakini dapat melawan bakteri. Beberapa riset, yang juga dilakukan dengan uji tabung laboratorium, menyimpulkan bahwa buah berdaging putih ini dapat melawan bakteri penyebab kolera, gigi berlubang, dan gingvitis. Tentunya, penelitian lebih lanjut diperlukan, untuk menguatkan bukti mengenai manfaat sirsak ini.

    Dalam 100 gram sirsak, terkandung beberapa zat gizi yaitu, 66 kalori, 1 gram protein, 16,8 gram karbohidrat, 3,3 gram serat, 34 persen dari rekomendasi takaran harian vitamin C, 8 persen dari rekomendasi takaran harian kalium, 5 persen dari rekomendasi takaran harian magnesium, dan 5 persen dari rekomendasi takaran harian tiamin. Selain zat gizi di atas, sirsak juga mengandung sedikit niasin, folat, zat besi, dan riboflavin (vitamin B2).

    Tidak hanya daging, bagian buah sirsak lainnya, juga banyak digunakan sebagai pengobatan, seperti bagian daun dan batang. Penggunaan sirsak sebagai tanaman obat ini, banyak dilakukan dengan mengolahnya ke dalam masakan, atau langsung menempelkannya pada kulit.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.