Jangan Panik, Begini Cara Mudah Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bayi menangis. TEMPO/Aditia noviansyah

    Ilustrasi Bayi menangis. TEMPO/Aditia noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan bayi pernah mengalami ruam popok atau diaper dermatitis. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh gesekan kulit dengan popok, urine dan feses bayi, infeksi bakteri dan jamur, iritasi terhadap produk tertentu, dermatitis atopic, hingga penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

    Biasanya ruam popok pada bayi akan sembuh dalam 2-3 hari. Meski demikian, para ibu biasanya panik karena membayangkan sakit yang dirasakan si kecil. Bagaimana mengatasinya? 

    Ketika bayi mengalami ruam popok, ada beberapa penanganan yang bisa Anda lakukan.

    • Segera mengganti popok setelah bayi buang air kecil atau besar
    • Bilas pantat bayi setelah mengganti popok dengan air hangat dan waslap lembut
    • Jangan menggosok kulit bayi karena dapat memperburuk ruam popoknya
    • Jangan gunakan tisu bayi terutama yang mengandung alkohol atau wewangian
    • Tepuk-tepuk kulit bayi hingga kering sepenuhnya
    • Oleskan krim pelembap khusus bayi yang dapat meringankan dan menenangkan ruam popok bayi
    • Kenakan popok dengan agak longgar agar tidak menggesek kulit

    Perawatan terbaik untuk ruam popok adalah menjaga kulit bayi tetap bersih dan kering. Lakukanlah langkah-langkah perawatan tersebut agar bayi Anda dapat segera pulih dari salah satu bentuk dermatitis ini.

    Akan tetapi, jika ruam popok tak kunjung membaik setelah beberapa waktu melakukan perawatan maka segera periksakan bayi Anda ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat setelah memeriksa kondisi kulit bayi Anda.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.