Ketumbar Tak Hanya untuk Penyedap Masakan, Ada 6 Manfaat Lainnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ketumbar. Pixabay.com

    Ilustrasi ketumbar. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Biji dan daun ketumbar identik sebagai bumbu dapur. Biasanya digunakan untuk membantu mengurangi pemakaian natrium sebagai penyedap rasa dalam masakan. Namun ternyata ketumbar juga memiliki manfaat untuk kesehatan.  ketumbar karena merupakan sumber antioksidan.

    Ketumbar mampu membuang logam beracun dari tubuh, termasuk merkuri, aluminium, serta timah. Ketumbar dapat melawan bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi. Daun ketumbar bisa disantap langsung, maupun digunakan sebagai bumbu masak. Daun ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan.

    Berdasarkan sejumlah penelitian, mengonsumsi lebih banyak ketumbar, bisa mengurangi risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga kematian. Selain itu, kulit dan rambut akan semakin sehat. Meski mampu menurunkan berat badan, ketumbar pun ternyata bisa meningkatkan energi Anda.

    Berikut ini beberapa manfaat ketumbar untuk kesehatan

    1. Mengurangi risiko kanker
    Sebuah riset yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition menyebut, sejumlah bumbu dapur, termasuk ketumbar, bisa mencegah terbentuknya heterocylic amine (HCA) ketika Anda memasak daging.

    HCA merupakan zat kimia yang terbentuk, ketika daging dimasak dengan suhu tinggi. Sering mengonsumsi makanan yang mengandung HCA, akan meningkatkan risiko terkena kanker.

    2. Meredakan nyeri dan peradangan
    Ketumbar terbukti bermanfaat layaknya obat antiperadangan dan pereda nyeri. Kandungan air dan ekstrak etanol dalam biji ketumbar, terbukti mampu meredakan nyeri dan peradangan.

    3. Meningkatkan kesehatan kulit
    Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Medicinal Food pada 2015 menyebutkan manfaat daun ketumbar untuk kesehatan kulit. Para peneliti melakukan riset menggunakan daun ketumbar, pada sel kulit manusia. Hasilnya, daun ketumbar maupun ekstraknya, terbukti melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar ultra violet (UV) B.

    4. Menyembuhkan infeksi jamur
    Pada sebuah penelitian disebutkan bahwa, menggunakan minyak atsiri (essential oil) berbahan dasar ketumbar. Hasilnya, para peneliti menemukan, minyak atsiri dari daun ketumbar, mengandung bahan antijamur. Mereka pun mengharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

    Sejumlah perawatan untuk infeksi jamur, kerap menimbulkan efek samping yang menyebalkan. Oleh karena itu, peneliti pun tergerak mengembangkan obat untuk infeksi jamur, dengan bahan-bahan alami.

    5. Membantu detoks
    Manfaat lain dari ketumbar adalah untuk melawan timbunan logam di dalam tubuh. Berkat kemampuannya untuk mengikat sejumlah zat kimia bersamaan, para peneliti pun melakukan riset untuk mencari potensi ketumbar sebagai pemurni air alami. Dengan kelebihannya, tersebut, ketumbar pun kini banyak digunakan sebagai campuran jus dan minuman lainnya, untuk detoksifikasi racun dalam tubuh.

    6. Sebagai pengawet alami
    Karena kadar antioksidannya tinggi, minyak hasil ekstraksi dari daun ketumbar, digunakan sebagai pengawet makanan. Kandungan biji maupun daun ketumbar berupa dodecanal, juga memberikan manfaat antibakteri, untuk membunuh bakteri Salmonella. Dalam sejumlah penelitian di laboratorium, dodecanal terbuktukti dua kali lebih ampuh membunuh Salmonella, dibandingkan antibiotik gentamicin, yang umum digunakan.

    Ketumbar bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk menambah cita rasa makanan maupun minuman, tanpa memberi ekstra kalori, lemak, maupun sodium. Dengan mengonsumsi makanan atau minuman dengan tambahan seperempat cangkir ketumbar, Anda akan mendapatkan 1 kalori, 2 persen kebutuhan harian terhadap vitamin C dan 5 persen kebutuhan harian terhadap vitamin A.

    Selain itu, ketumbar juga mengandung vitamin K dan mengandung sejumlah kecil folat, kalium, mangan, serta kolin, selain bahan-bahan antioksidan berupa beta-karoten, beta-cryptoxanthin, dan lutein. Penting untuk Anda ketahui, ketumbar tidak mengandung lemak, karbohidrat, maupun protein.

    Namun ketumbar pun bisa menyebabkan alergi. Reaksi yang terjadi akibat mengonsumsi ketumbar antara lain pembengkakan pada wajah dan tenggorokan. Konsumsi ketumbar juga bisa menimbulkan diare, sakit perut, serta gatal-gatal, pada sejumlah orang. Selain itu, ketumbar juga bisa memperlambat pembekuan darah. Bahkan, konsumsi ketumbar dalam jumlah banyak pun mampu meningkatkan risiko perdarahan, pada orang-orang dengan kelainan perdarahan.

    Risiko serupa pun muncul pada orang yang baru saja menjalani operasi, dan mengonsumsi banyak ketumbar. Oleh karena itu, jika Anda sedang dalam masa kehamilan maupun menyusui, memiliki kondisi kelainan perdarahan, atau baru menjalani operasi, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter, sebelum mengonsumsi ketumbar.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.