Cara Mendeteksi Dini Hamil Kosong Tanpa Perdarahan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan kandungan dengan USG (Ultra Sonography). Dok. TEMPO/Hendra Suhara

    Ilustrasi pemeriksaan kandungan dengan USG (Ultra Sonography). Dok. TEMPO/Hendra Suhara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan kasus keguguran di awal kehamilan disebabkan oleh hamil kosong atau kehamilan anembrionik. Kondisi ini pada awalnya memiliki tanda-tanda yang sama dengan kehamilan normal, seperti test pack yang positif, mual dan muntah, hingga adanya bercak perdarahan (implantasi).

    Baca juga: 6 Hal yang Membedakan Hamil Anggur dan Hamil Normal

    Namun, Anda bisa juga mengalami hamil kosong tapi tidak pendarahan. Hamil kosong tapi tidak pendarahan bisa terjadi ketika kondisi tersebut dideteksi sedini mungkin. Tanda yang mirip dengan kehamilan normal memang membuat kehamilan anembrionik seringkali tak disadari. Barulah ketika muncul pendarahan, penderitanya menyadari bahwa kandungan mereka bermasalah.

    Kondisi ini tentu bisa berbahaya jika Anda baru menyadari mengalami hamil kosong setelah terjadi pendarahan. Terjadinya pendarahan di vagina dapat membuat Anda berisiko kehilangan banyak darah. Ada beberapa cara deteksi dini terhadap kehamilan kosong atau kehamilan anembrionik.

    #1. Melakukan USG
    USG merupakan cara terbaik dalam mendeteksi dini hamil kosong tapi tidak pendarahan. Ketika Anda mengalami hamil kosong, maka janin tidak akan nampak saat di USG. Dengan melakukan USG, Anda dapat mengetahui keadaan kandungan Anda secara lengkap sehingga kehamilan kosong pun dapat terdeteksi. Oleh sebab itu, Anda harus melakukan pemeriksaan USG kandungan secara rutin.

    #2. Memerhatikan tanda-tanda hamil kosong
    Memerhatikan tanda-tanda hamil kosong sedini mungkin merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam mendeteksi hamil kosong tapi tidak pendarahan. Adapun tanda hamil kosong yang harus Anda perhatikan, yaitu:

    - Mual dan muntah hilang
    Ketika mual dan muntah yang semula Anda rasakan tiba-tiba hilang, maka Anda harus waspada karena bisa saja itu menjadi tanda hamil kosong tapi tidak pendarahan. Ketika usia kandungan semakin bertambah, biasanya akan terjadi mual dan muntah (morning sickness) karena perubahan hormon. Akan tetapi, pada hamil kosong, mual dan muntah itu malah berkurang atau bahkan menghilang seiring bertambahnya usia kandungan.

    - Nyeri payudara hilang
    Jika sebelumnya Anda merasakan nyeri payudara, namun seiring usia kehamilan nyeri tersebut malah hilang, Anda patut mencurigai kondisi ini. Hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami hamil kosong.

    - Kram perut yang hebat
    Ketika Anda merasakan kram yang hebat di perut, maka Anda tentu harus waspada. Ini dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami hamil kosong tapi tidak pendarahan. Kram di perut yang hebat juga bisa menjadi indikasi bahwa kehamilan anembrionik Anda akan gugur.

    Pada dasarnya, hamil kosong dapat gugur dengan sendirinya. Hal ini membutuhkan waktu kurang lebih selama 2 minggu. Setelah mengalami keguguran alami, Anda mungkin memerlukan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi nyeri yang dirasa. Dokter dapat merekomendasikan obat penghilang rasa nyeri yang tepat. Selain itu, mengompres perut dengan kain yang direndam dengan air hangat dapat membantu meredakan kram perut yang dialami. Anda tetap harus ke dokter untuk melakukan USG sekaligus memastikan apakah rahim sudah benar-benar bersih.

    Ketika Anda memeriksakan hamil kosong, dokter akan merekomendasikan pengobatan untuk mengatasi kondisi Anda. Dokter akan memberikan obat penggugur kandungan berupa obat oral atau yang dimasukkan ke dalam vagina. Akan tetapi, penggunaan obat tersebut tentu harus berdasarkan petunjuk dokter dengan dosis yang tepat. Setelah menggunakan obat ini, dibutuhkan beberapa hari bagi tubuh untuk mengeluarkan semua jaringan yang tersisa di rahim. Selama proses ini, ada kemungkinan efek samping, seperti mual, diare, kram perut, dan pendarahan hebat.

    Selain obat, dokter mungkin juga menganjurkan tindakan dilatasi dan kuret. Kedua tindakan ini adalah prosedur bedah untuk mengangkat jaringan kehamilan kosong. Hal ini dilakukan dengan melebarkan leher rahim dan mengikis isi jaringan kehamilan. Dilatasi dan kuret mungkin dapat menimbulkan efek samping, seperti infeksi leher rahim, kerusakan rahim, jaringan parut rahim, dan pendarahan hebat.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.