Bangun Hubungan Positif dengan Anak Melalui Musik

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain musik. TEMPO/Arif Fadillah

    Ilustrasi anak bermain musik. TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musik memiliki peran penting untuk menciptakan hubungan yang baik antara orang tua dan anak. Dengan menikmati musik bersama, anak dan orang tua dapat meningkatkan kualitas hubungan. Melalui musik, dengan bermain alat musik, bernyanyi, ataupun mendengarkan musik bersama, orang tua dan anak bisa menciptakan pola komunikasi yang sehat.

    “Musik menjadi sarana orang tua dan anak menjalin kedekatan hubungan yang positif. Dengan musik, hubungan antara orang tua dengan anak bisa terbantu,” jelas psikolog dan pendiri rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, di acara Early Learning Centre di Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juli 2019.

    Sebagai media komunikasi, banyak orang tua bisa memahami suasana hati anak dengan mendengarkan musik yang anak sedang didengarkan. Sama halnya dengan anak yang mulai mengenali musik apa yang mengekspresikan suasana hati orang tuanya.

    Baca juga:
    Chua Kotak Akui Pentingnya Mendekatkan Anak dengan Musik
    Ternyata, Musik Bisa Lebih Melekatkan Kita dengan Pasangan

    “Bila tidak bisa membicarakan sesuatu dengan kata-kata, bisa bilang lagu apa sih yang menggambarkan perasaanmu? Itu sangat membantu,” lanjut Nadya.

    Musik bisa dikenalkan ke anak sejak lahir juga, dan tentunya keterlibatan orang tua dalam memperkenalkan musik ke anak juga meningkatkan kedekatan antara keduanya.

    “Bisa dengan bernyanyi untuk anak, mendengarkan musik bersama, membuat bunyi dengan alat main atau objek lainnya,” jelas Nadya mengenai tahap awal memperkenalkan musik ke anak. Karena itu, musik memiliki peran penting untuk meningkatkan kedekatan anak dengan orang tua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.