Mitos Jangan Pakai Baju Hijau ke Pantai, Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mengenakan payung di pantai. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mengenakan payung di pantai. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti madya Bidang Oseanografi Terapan Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Widodo Pranowo, menyebut alasan logis tidak menggunakan baju hijau untuk ke pantai agar lebih mudah dicari ketika terseret arus atau tenggelam. Mitos terkait Ratu Pantai Selatan memunculkan "larangan" menggunakan baju berwarna hijau saat berwisata di pesisir, terutama di pantai selatan Jawa.

    Namun Widodo mencoba memberikan pemikiran logis dengan menjelaskan bahwa baju hijau akan menyatu dengan warna air laut sehingga akan lebih sulit dicari dibanding kostum berwarna cerah seperti jingga atau merah muda. Ia mengatakan kasus wisatawan tenggelam di beberapa lokasi di pesisir selatan Jawa terjadi saat libur Lebaran 2019.

    Baca:
    Sampo pun Ada Mitos dan Faktanya, Cek di Sini

    Masyarakat memang harus lebih waspada karena Juni menjadi awal musim angin tenggara, di mana angin dingin dan kering dari Australia bergerak menuju Indonesia ke arah Barat Laut yang memunculkan arus yang mematikan, yang biasa disebut Rest in Peace (RIP) Current. Beberapa kasus bahkan korban tidak ditemukan jasadnya sama sekali, kemungkinan tersangkut di cerukan karang di dasar laut sehingga jasad tidak bisa muncul kembali ke permukaan ketika RIP Current melemah.

    Widodo memberikan sejumlah tips bagi wisatawan, terutama yang berwisata di pesisir selatan Jawa. Pertama, lakukan survei pandangan mata untuk mengenali area potensi terjadinya RIP Current. Kedua, berdiri di pantai menghadap laut. Apabila terlihat ada permukaan laut yang tenang diapit sejumlah gelombang pecah di kanan kirinya, maka pada muka air yang tenang itu memiliki kemungkinan tinggi terjadi RIP Current sehingga perlu dihindari dengan tidak berenang atau bermain air di area tersebut.

    Ilustrasi pantai. REUTERS/Edgar Su

    Ketiga, apabila turun untuk berenang atau bermain air, cari area atau lokasi yang lebih aman dan gunakan kostum yang berwarna cerah, seperti jingga atau merah muda. Hindari kostum berwarna hijau karena apabila terseret arus atau tenggelam akan sulit dicari karena warna hijau akan membaur dengan warna air laut.

    "Iya mengapung saja, toh berat jenis air laut lebih berat ketimbang air tawar biasa, sehingga lebih bisa menyangga tubuh kita. Kalau di kolam renang malah terasa lebih cepat tenggelam," ujar Widodo.

    Artikel lain:
    3 Mitos Paling Umum Tentang Pernikahan dan Faktanya

    Keempat, pada kasus terburuk, manakala sedang bermain air atau berenang dan tiba-tiba terseret RIP Current, maka usahakan tidak panik. Jangan berupaya berenang ke pantai saat arus masih kuat. Lebih baik mengapung atau berenang mengikuti arus hingga melemah.

    "Saat arus sudah mulai melemah baru berenanglah menuju pantai, tetapi menyamping menuju ke arah sisi kanan atau kiri dari zona RIP Current tersebut. Lamanya seretan arus tidak bisa diprediksi dengan mudah karena tergantung kekuatan angin pembangkit gelombang. Bisa dalam hitungan menit dan jam, tapi kalau dilihat dari rekaman angin, tidak lebih dari satu jam," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.